Kata Pusaka Terkait Perkawinan Dalam Nagari minangkabau

Berikut ungkapan tentang perkawinan dalam nagari berdasarkan kata pusaka (kato pusako ) Minangkabau:
Kata Pusaka Perkawinan Dalam Nagari minangkabau
Kaluak paku kacang balimbiang Daun bakuang lenggang-lenggangkan Anak dipangku kamanakan dibimbiang Urang kampuang dipatenggangkan Patenggangkan adat jan binaso Kata pusaka ini menjelaskan bahwasanya seorang laki-laki memiliki fungsi ganda. Mereka berfungsi sebagai mamak dan juga sebagai kepala keluarga setelah menikah. Sebagai mamak, ia bertanggungjawab kepada kemenakannya, sebagai kepala keluarga ia bertanggungjawab kepada istri dan anak-anaknya. Selain itu, mereka juga bertanggungjawab terhadap orang kampungnya dan juga adatnya. Maka disebabkan tanggungjawab yang begitu besar, ia di anjurkan untuk menikah atau tinggal dikampungnya. Setidaknya berada didalam nagarinya sendiri atau didekat rumah gadangnya sendiri.

Komentar