Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN dan PTS


Ketika seorang pelajar telah selesai dalam proses belajar mereka di tingkat sekolah menengah atas (SLTA), maka mereka akan mulai memasuki dunia perkuliahan. Sebelum bisa menjadi seorang mahasiswa di sebuah kampus, terlebih dahulu mereka harus dapat mengikuti berbagai tes yang disediakan oleh pemerintah maupun oleh kampus tersebut.

Tes tersebut merupakan syarat utama agar dapat diterima oleh kampus yang dituju. Secara umumnya, jalur penerimaan mahasiswa baru tersebut dibagi menjadi 2 yaitu, jalur tanpa tes dan jalur tes. Jalur tanpa tes terdiri dari PMDK, PSB, PBUP, PNUAN. Sedangkan jalur tes terdiri dari PBT dan CBT. Umumnya tes seperti ini banyak dilakukan di kampus swasta.

Berikut keterangan yang lebih lengkap tentang berbagai macam jalur penerimaan mahasiswa baru tersebut:

Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

Jalur Tanpa Tes


Jalur tanpa tes umumnya terdiri dari beberapa jalur yaitu.

1. PMDK (Penerimaan berdasarkan minat dan kemampuan)


PMDK ini ditujukan untuk semua siswa/siswi kelas XII SMA/SMK atau yang sederajat, yang memiliki minat dan kemampuan di bidang tertentu. Umumnya seleksi awal dari jalur tanpa tes ini adalah berdasarkan prestasi akademik kelas 10 s.d kelas XII (semester 1-5), dengan nilai rata-rata sesuai dengan yang ditetapkan kampus tersebut. PMDK ini berlaku secara umum untuk perguruan tinggi negeri dan swasta

Dalam jalur ini, ada pula yang dikenal dengan PMDK PN (Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri) yang merupakan jalur undangan atau tanpa tes yang diperuntukan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bidang vokasi atau politeknik negeri di seluruh wilayah Indonesia. Pola seleksi PMDK PN ini sekilas mirip dengan SNMPTN, tapi PMDK PN khusus hanya untuk Politeknik Negeri saja. Ini sudah diberlakukan sejak tahun 2014 silam.

2. PSB (Penerimaan Siswa Berprestasi)


PSB ditujukan bagi siswa/siswi yang berprestasi (menjadi juara/finalis) berbagai bidang, seperti olahraga, seni, budaya, penalaran (misalnya olimpiade, karya ilmiah, debat, dan sebagainya) di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional. Umumnya, jalur PSB ini berlaku di perguruan tinggi Swasta.

3. PBUP (Penerimaan bibit unggul persyarikatan)


PBUP merupakan jalur tanpa tes yang ditujukan kepada angkatan muda aktif dalam organisasi, misalnya tapak suci, IPM, dan sebagainya. Umumnya, jalur PSB ini berlaku di perguruan tinggi swasta dan (mungkin) beberapa perguruan tinggi negeri, dan dilakukan secara mandiri oleh calon mahasiswa yang bersangkutan.

4. PNUAN (Penerimaan berdasarkan Nilai ujian akhir nasional)


PNUAN merupakan jalur tanpa tes yang ditujukan kepada siswa/siswi kelas XII SMA/SMK atau sederajat yang sudah berhasil menempuh ujian akhir nasional (UAN) dan meraih nilai dengan rata-rata yang sesuai dengan ketetapan kampus tersebut. Umumnya, jalur PSB ini berlaku di perguruan tinggi swasta dan (mungkin) beberapa perguruan tinggi negeri, dan dilakukan secara mandiri oleh calon mahasiswa yang bersangkutan.

5. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)


SNMPTN merupakan jalur tanpa tes yang diselenggarakan oleh pemerintah yang ditujukan untuk calon mahasiswa yang akan masuk ke perguruan tinggi Negeri. Proses seleksi ini hampir tidak membutuhkan usaha apapun dari siswa/calon mahasiswa yang bersangkutan karena penerimaan melalui jalur ini didasarkan pada nilai rapot, nilai Ujian Nasional, dan prestasi akademis lainnya. Jalur ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi negeri (PTN) saja, tidak berlaku untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Pada awalnya SNMPTN terdiri dari dua jalur yaitu SNMPTN Undangan (tanpa tes) yang kemudian diubah menjadi SNMPTN saja (tanpa udangan), dan SNMPTN tulis (melalui tes) yang kemudian diubah menjadi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).


Jalur Tes


Jalur tes umumnya terdiri dari beberapa jalur, yaitu.

1. PBT (Paper Based Test)


PBT merupakan jalur tes yang diselenggarakan dengan menggunakan soal dalam bentuk print-out (lembar kertas). Tes seperti ini sama dengan ujian harian yang biasa dilakukan ketika berada dibangku sekolah. Kelebihan jalur PBT adalah, sudah biasa dilakukan ketika di sekolah. Namun, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat melihat hasil tes yang dilakukan.

2. CBT (Computer Based Test)


CBT merupakan jalur tes yang diselenggarakan menggunakan komputer. Kelebihan CBT adalah hasil tes lebih cepat keluar, sehingga tidak harus menunggu lebih lama seperti PBT. Walaupun demikian, banyak juga calon mahasiswa yang kesulitan dalam mengikuti tes CBT ini.

3. SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)


SBMPTN merupakan jalur masuk perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah secara serentak di seluruh Indonesia melalui ujian tertulis. Ini adalah jalur yang khusus untuk perguruan tinggi negeri (PTN) saja, tidak berlaku untuk perguruan tinggi swasta (PTS).

Ujian tertulis yang dilakukan terdiri dari:
a. TKPA (Tes Kemampuan Potensi Akademik) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
b. TKD Saintek (Tes Kemampuan Dasar Saintek) terdiri atas kemampuan Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
c. TKD Soshum (Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora) terdiri atas kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

Dalam jalur ini juga diketahui memiliki beberapa ujian keterampilan, yaitu:
a. Ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan.
b. Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni.
c. Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan kesegaran jasmani.
d. Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang dipilih. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman

Baca Juga:

Apa Pendapat Anda?