Apa Itu Pemasaran? Inilah Konsep Awal #Marketing Menurut Kotler


Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

American marketing association memberikan definisi formal, bahwa pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya. Karena kita memandang manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan serta menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.

Apa itu Pemasaran?

Kita dapat membedakan definisi sosial dengan definisi manajerial dari pemasaran. definisi sosial menunjukkan peran yang dimainkan pemasaran dalam masyarakat. Dalam hal ini, pemasaran didefinisikan sebagai proses kemasyarakatan di mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Para manajer terkadang menganggap pemasaran sebagai seni menjual produk.

Konsep Awal Pemasaran

Berdasarkan sumber kekuatan pemasaran yang utama, kemampuan baru konsumen, dan kemampuan baru perusahaan, para pemasar semakin mampu beroperasi secara konsisten dengan konsep pemasaran holistik. Maka dari itu perlu di tinjau gagasan-gagasan pemasaran awalnya. Konsep dan gagasan awal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Konsep Produksi

Konsep produksi merupakan suatu konsep tertua dalam bisnis. Berdasarkan teorinya, konsep ini menyatakan bahwa konsumen lebih menyukai produk yang tersedia dalam jumlah banyak dan tidak mahal. Para manajer dari bisnis yang berorientasi pada produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah dan distribusi massal. Pemasar menggunakan konsep produksi ketika suatu perusahaan ingin memperluas pasar.

2. Konsep Produk

Dalam teori konsep produk, mengatakan bahwa konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja atau fitur inovatif terbaik. Manajer dari organisasi ini berfokus untuk membuat produk yang unggul dan senantiasa memutakhirkannya. Namun, terkadang konsep ini seringkali tidak mempertimbangkan hal lain, yang juga hal penting untuk di perhatikan. Suatu produk baru tidak akan sukses jika tidak di dukung oleh harga, distribusi iklan dan penjualan yang tepat.

3. Konsep Penjualan

Teori konsep penjualan mengatakan bahwa konsumen dan bisnis, jika di biarkan tidak akan membeli cukup banyak produk organisasi. Karenanya, organisasi tersebut harus melakukan upaya penjualan dan promosi agresif. Konsep penjualan dinyatakan dalam pemikiran Sergio Zyman, mantan wakil presiden pemasaan dari coca-cola, yang mengatakan “tujuan pemasaran adalah menjual lebih banyak barang ke lebih banyak orang secara lebih sering untuk menghasilkan lebih banyak uang dan pada gilirannya menghasilkan lebih banyak laba.

Konsep penjualan ini di praktikkan paling agresif untuk barang-barang yang tidak di cari , yaitu barang-barang yang biasanya tidak terpikirkan untuk di beli konsumen, seperti asuransi, ensiklopedia, dan peti mati. Kebanyakan perusahaan juga mempraktikan konsep penjualan ketika mengalami kelebihan kapasitas. Tujuannya adalah menjual apa yang mereka buat, alih-alih membuat apa yang di inginkan pasar. Namun, pemasaran mengasumsikan bahwa pelanggan yang terbujuk untuk membeli suatu produk akan menyukai produk tersebut, dan ternyata tidak, mereka bukan hanya tidak akan mengembalikannya atau menjelek-jelekkan produk tersebut atau mengeluh kepada organisasi konsumen, melainkan malah membeli lagi.

4. Konsep Pemasaran

Konsep ini muncul pada pertengahan tahun 1950-an. Alih-alih memegang filosofi “membuat dan menjual” yang berpusat pada produk, bisnis beralih ke filosofi “merasakan dan merespon” yang berpusat pada pelanggan. Tugas pemasaran bukanlah mencari pelanggan yang tepat untuk produk anda, melainkan menemukan produk yang tepat untuk pelanggan anda.

Konsep pemasaran beranggapan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam menciptakan, menghantarkan dan mengomunikasikan nilai pelanggan yang lebih baik kepada pasar sasaran yang di pilih.
Perbedaan antara konsep penjualan dengan pemasaran adalah:-Penjualan berfokus pada kebutuhan menjual, sedangkan pemasar berfokus pada kebutuhan pembeli.
-Penjualan didasari oleh kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang, sedangkan pemasaran didasari gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan melalui produk dan hal-hal yang berhubungan dengan menciptakan, menghantarkan dan akhirnya menkonsumsikannya.
Beberapa pakar telah menegemukakan bahwa perusahaan-perusahaan yang menganut konsep pemasaran mencapai kinerja yang lebih baik. Hal ini pertama-tama di tunjukkan oleh perusahaan yang mempraktikan orientasi pasar efektif, artinya memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinyatakan. Hal ini berartikan bahwa perusahaan hanya mengembangkan inovasi yang sangat mendasar. Namun, hal lain juga mengatakan bahwa inovasi tingkat tinggi lebih maju dimungkinkan jika fokus di letakkan pada kebutuhan laten pelanggan. Hal ini merupakan orientasi pemasaran proaktif. Perusahaan yang mempraktikan orientasi pemasaran reaktif dan proaktif, mengimplementasikan orientasi pasar total dan mungkin menjadi perusahaan yang tersukses.

5. Konsep Pemasaran Holistik

Trend dan kekuatan yang menentukan abad ini mengarahkan perusahaan-perusahaan bisnis pada serangkaian kepercayaan dan praktik baru. Para pemasar terbaik masa kini memahami kebutuhan untuk memiliki pendekatan yang lebih lengkap dan kohesif yang melampaui penerapan tradisional dari konsep pemasaran. kebenaran dan kesalahan menjelaskan di mana perusahaan melakukan kesalahan dan bagaimana cara memperbaikinya, dalam pemasaran mereka.

Konsep pemasaran holistik di dasarkan atas pengembangan desain dan pengimplementasian program pemasaran, proses dan aktivitas-aktivitas yang menyadari keluasan dan sifat saling ketergantungan. Pemasaran holistik menyadari bahwa segala hal berarti dalam pemasaran dan bahwa perspektif yang luas dan terintegrasi sering kali di perlukan.

Jadi, pemasaran holistik adalah suatu pendekatan yang berusaha menyadari dan mendamaikan ruang lingkup dan kompleksitas aktivitas pemasaran. ada empat komponen luas yang mencakup dan mencirikan konsep pemasaran holistik yaitu, pemasaran hubungan ,pemasaran terintegrasi, pemasaran internal dan pemasaran kinerja.

Dimana Kekuatan Utama Pemasaran?

Salah satu tantangan terbesar dalam manajemen adalah ketidakpastian masa depan. Tanpa terkecuali manajemen pemasaran. semakin lama dunia akan semakin berkembang, maka manajemen pun harus mengikuti perkembangan itu. Terutama dalam pemasaran, hingga abad ini, banyak sekali trend baru yang berkembang dalam teori manajemen pemasaran. selain mengulas tentang pemasaran, teori tersebut dapat menggambarkan kekuatan-kekuatan pemasaran. kekuatan-kekuatan pemasaran tersebut menciptakan perilaku baru, peluang baru, dan tantangan baru. Secara garis besar, sumber kekuatan dalam pemasaran tersebut yaitu :

1. Teknologi Informasi Jaringan.

Revolusi dalam dunia digital telah menciptakan era informasi yang berkembang. Era industri di tandai dengan produksi massal dan konsumsi massal, toko-toko di penuhi dengan barang, iklan ada di mana-mana, dan respon yang agresif. Era informasi menjanjikan tingkat produksi yang lebih akurat, komunikasi yang lebih tepat sasaran dan penetapan harga yang relevan.

2. Globalisasi

Kemajuan teknologi dalam transportasi, pengiriman barang, dan komunikasi telah mempermudah perusahaan dalam memasarkan produknya negara lain, dan juga mempermudah konsumen untuk membeli produk dan jasa dari pemasar negara lain.

3. Deregulasi

Banyak negara yang telah melakukan deregulasi terhadap industri untuk menciptakan persaingan dan peluang pertumbuhan yang lebih besar. Contohnya saja di negara Amerika serikat, undang –undang yang membatasi jasa finansial, telekomunikasi, dan listrik telah di longgarkan demi menumbuhkan persaingan.

4. Privatisasi

Banyak negara yang telah mengubah perusahaan menjadi perusahaan swasta demi meningkatkan efisiensinya.

5. Persaingan Yang Meningkat

Produsen merek menghadapi persaingan yang semakin ketat dari merek domestik dan asing. Akibatnya biaya promosi meningkat dan margin keuntungan mengecil. Hal ini semakin diperparah oleh perusahaan-perusahaan eceran kuat yang membatasi raknya dan juga menggelar merek mereka sendiri untuk bersaing dengan merek nasional. Banyak merek kuat yang memperluas mereknya ke kategori produk yang masih berhubungan dan menciptakan mega merek dengan jangkauan dan reputasi yang lebih besar.

6. Konvergensi Industri

Batas-batas industri mengabur dengan sangat cepat karena perusahaan-perusahaan menyadari adanya peluag di persinggungan antara dua industri atau lebih. Industri komputer da elektronik konsumen telah menyatu ketika raksasa dunia komputer seperti Dell, gateway, da Hewlett-packard mengeluarkan produk-produk hiburan, mulai dari pemutar MP3, hingga TV plasma dan Camcorder. Pilihan ke teknologi digital di dorong oleh konvergensi besar –besaran ini.

7. Resistensi Konsumen

Berdasarkan surveinya, sebagian besar konsumen mengaku menghindari produk yang mereka anggap berlebihan dalam pemasarannya. Contohnya, perekam video Digital seperti Tivo yang semakin populer memudahkan konsumen untuk melewatkan iklan di TV. Hal ini mencerminkan keinginan mereka untuk menghindari pemasaran.

8. Transformasi Eceran

Pengecer kecil menyerah pada pengecer-pengecer raksasa dan pembunuh kategori. Pengecer berbasis toko menghadapi persaingan dengan pengecer berbasis katalog, seperti perusahaan direct-mail, surat kabar, majalah, dan iklan TV yang langsung ke pelanggan, TV home Shopping , serta E-commerce di internet. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengecer memasukkan unsur hiburan ke dalam toko mereka, seperti warung kopi, kuliah, demo, dan pertunjukan. Mereka memasarkan “pengalaman” alih-alih koleksi produk.

9. Disintermediasi

Kesuksesan luar biasa dari perusahaan-perusahaan dot-com awal, seperti AOL, Amazon, Yahoo!, Ebay, E*TRADE dan lain-lain yang menciptakan disintermediasi dalam pengiriman barang dan jasa dengan menjembatani alirang barang tradisional melalui saluran distribusi, menimbulkan ketakutan bagi banyak perusahaan manufaktur dan pengecer mapan. Untuk menjawab hal ini, banyak perusahaan tradisional melakukan reintermediasi dan menjadi pengecer dengan konsep “bata dan Klik”, yaitu menambahkan layanan online dalam penawaran yang sudah ada. Banyak pesaing “bata dan Klik” menjadi penantang yang lebih kuat di bandingkan perusahaan yang mengandalkan layanan online (hanya Klik), karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki sumber daya yang lebih besar untuk di kelola dan merek yang lebih mapan.

Rencana Pemasaran

Kegagalan rencana pemasaran saat ini yang paling sering dinyatakan disebabkan kurangnya realisme, tidak adanya analisis yang cukup kompetitif dan berfokus hanya pada jangka pendek. Lalu apa saja isi dari rencana pemasaran tersebut, mungkin uraian berikut bisa memberikan gambaran.

1. Rangkuman Eksekutif Dan Daftar Isi

Rencan pemasaran harus dibuka dengan rangkuman singkat tujuan utama dan rekomendasi manajemen senior. Daftar isi menggarisbawahi sisa rencana tersebut serta semua prinsip pendukung dan rincian operasional.

2. Analisis Situasi

Bagian ini menampilkan data latar belakang relevan tentang penjualan, biaya, pasar, pesaing, dan berbagai kekuatan dalam lingkungan makro. Bagaimana mendefinisikan pasar, seberapa besarkah pasar tersebut, dan seberapa cepatkah pasar tersebut tumbuh?, apakah tren yang relevan?, apa penawaran produk dan apa isu penting yang dihadapi?, perusahaan akan menggunakan semua informasi ini untuk melaksanakan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman.

3. Strategi Pemasaran

Di sini manajer produk mendefinisikan misi, tujuan pemasaran dan keuangan, serta kelompok dan kebutuhan yang ingin dipuaskan oleh penawaran pasar. Kemudian manajer menentukan positioning kompetitif lini produk, yang akan menginformasikan rencana pemasaran untuk mencapai tujuan rencana. Semua ini memerlukan masukan dari bidang lain, seperti pembelian, manufaktur, penjualan, keuangan, dan sumber daya manusia.

4. Proyeksi Keuangan

Proyeksi keuangan meliputi peramalan penjualan, peramalan pengeluaran, dan analisis titik impas. Di sisi lain pendapatan, proyeksi memperlihatkan volume penjualan yang diramalkan berdasarkan bulan dan kategori produk. Di sisi pengeluaran proyeksi memperlihatkan perkiraan biaya pemasaran, dibagi menjadi kategori yang lebih tepat. Analisis titik impas memperlihatkan berapa banyak unit yang harus dijual perusahaan setiap bulannya untuk menutup biaya tetap bulannya dan rata-rata biaya variabel per unit.

5. Kendali Implementasi

Bagia terakhir rencana pemasaran menggarisbawahi kendali untuk mengamati dan menyesuaikan implementasi rencana. Umumnya bagian ini menyebutkan tujuan dan anggaran setiap bulan atau kuartal, jadi manajemen dapat meninjau hasil setiap priode dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Perusahaan juga perlu menetapkan sejumlah ukuran internal dan eksternal yang berbeda untuk menilai proses dan menyarankan kemungkinan modifikasi. Beberapa organisasi memasukan rencana darurat yang menggarisbawahi langkah-langkah yang akan mengambil manajemen dalam merespon perkembangan lingkungan khusus, seperti perang harga atau serangan.

Inti dari pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi yang baik dan singkat dari pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

Berdasarkan sumber kekuatan pemasaran yang utama, kemampuan baru konsumen, dan kemampuan baru perusahaan, para pemasar semakin mampu beroperasi secara konsisten dengan konsep pemasaran holistik. Maka dari itu perlu di tinjau gagasan-gagasan pemasaran awalnya.

Terutama dalam pemasaran, hingga abad ini, banyak sekali trend baru yang berkembang dalam teori manajemen pemasaran. selain mengulas tentang pemasaran, teori tersebut dapat menggambarkan kekuatan-kekuatan pemasaran. kekuatan-kekuatan pemasaran tersebut menciptakan perilaku baru, peluang baru, dan tantangan baru.

Kegagalan rencana pemasaran saat ini yang paling sering dinyatakan disebabkan kurangnya realisme, tidak adanya analisis yang cukup kompetitif dan berfokus hanya pada jangka pendek. Lalu apa saja isi dari rencana pemasaran tersebut, mungkin uraian berikut bisa memberikan gambaran.

Manajemen pemasaran bukanlah hal asing lagi bagi setiap orang. Marketing merupakan ilmu yang sudah sangat dikenal dalam masyarakat luas. Namun, dikenal bukan berarti mereka dapat mengetahui secara mendetail tentang ilmu pemasaran tersebut. padahal ilmu tentang pemasaran ini adalah sesuatu yang sangat penting.

Dengan demikian, ada baiknya ilmu tentang pemasaran dapat dikenal lebih mendalam lagi dan juga lebih luas. Kita dapat menggunakan berbagai sumber sebagai referensinya.

(guidelines:)
Kotler Philip, Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jakarta : Indeks, 2007.

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?