Manajemen Keuangan Internasional! Konsep dan Ruang Lingkup


Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva. Khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajemen keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.

Perusahaan yang sudah bertaraf internasional tentu tidak hanya terfokus pada bisnis domestik saja. Pada dasarnya tidak ada perusahaan yang tidak terkait dengan pasar internasional, kecuali negara tertutup yang tidak terkena dampak dari aktivitas negara lain.

Dalam perkembangannya ilmu tentang manajemen keuangan, khususnya manajemen keuangan internasional merupakan sesuatu yang penting untuk dipelajari. Hal ini bertujuan untuk menghadapi fenomena globalisasi yang semakin lama, semakin berkembang.


Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen fungsi-fungsi keuangan perusahaan. dalam perusahaan terdapat beberapa fungsi-fungsi yaitu: fungsi pemasaran, fungsi keuangan, fungsi produksi, dan fungsi personalia. Keempat fungsi tersebut dipecah ke dalam beberapa bagian yaitu: perencanaan, pengorganisasian, staffing, pelaksanaan, dan pengendalian. Jadi dapat dikatakan manajemen keuangan dapat dikatakan sebagai kegiatan perencanaan, pengorganisasian, staffing, pelaksanaan, pengendalian fungsi-fungsi keuangan.

Keterkaitan Model Neraca dengan Manajemen Keuangan

Model neraca bisa dijadikan sebagai penjelasan terhadap tugas manajer keuangan yang lebih spesifik. Neraca keuangan terdiri dari dua sisi yaitu sisi kiri ; aset yang dimiliki perusahaan, sedangkan sisi kanan: sumber dana perusahaan. manajer keuangan bertugas mengambil keputusan keuangan yang berkaitan dengan pendanaan dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan alokasi dana tersebut untuk mendanai pembelian aset. Secara garis besar sisi kiri kiri neraca (aset) tugas manajer keuangan adalah mengambil keputusan investasi, pendanaan, dan likuiditas dengan tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.

Tipe aset dalam perusahaan terbagi menjadi 2, yaitu aset jangka panjang dan aset jangka pendek. Aset jangka pendek didefinisikan sebagai aset yang kurang dari 1 tahun, sedangkan aset jangka panjang didefinisikan sebagai aset yang lebih dari 1 tahun. Contoh aset jangka pendek yaitu Piutang, contoh aset jangka panjang yaitu obligasi, saham.

Sisi kanan neraca merupakan tugas dari seorang manajer keuangan dalam hal mencari dana yang kemudian di investasikan pada neraca sisi kiri. Tujuan dari pendanaan tersebut adalah memperoleh dana dengan biaya yang paling rendah. Jadi tujuan dari seorang manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan.

Manajemen Keuangan Internasional?

Langsung atau pun tidak langsung, banyak perusahaan yang melakukan bisnis dengan pihak diluar negeri. Semisal perusahaan yang melakukan ekspor atau impor produk atau mempunyai cabang perusahaan di luar negeri. Perusahaan yang sudah bertaraf internasional tentu tidak hanya terfokus pada bisnis domestik saja. Pada dasarnya tidak ada perusahaan yang tidak terkait dengan pasar internasional, kecuali negara tertutup yang tidak terkena dampak dari aktivitas negara lain. Pada bagian ini kita akan mencoba mengulas tentang manajemen keuangan internasional dalam perusahaan bertaraf internasional.

1. Perusahaan Multinasioanal (MNC)

a. perusahaan multinasional dan teori keunggulan komperatif

Perusahaan internasional berarti perusahaan yang beroperasi lebih dari satu negara. Perusahaan tersebut telah melakukan transaksi transnasional yang melewati batas-batas negara secara geografis. Pada masa ini, pertumbuhan perusahaan multinasional disebabkan karena perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Perusahaan multinasional ini dipengaruhi oleh sosial, politik, dan ekonomi dunia. Modal mengalir begitu cepat dari berbagai negara ke berbagai negara. Perusahaan yang mampu mengembangkan usahanya di tingkat multinasional akan mampu menunjang keunggulan komperatif yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang beroperasi dalam satu negara.

b. Motivasi perusahaan multinasional

Ada beberapa hal yang mendorong perusahaan untuk go-internasional, yaitu:
pertama, bahan mentah. Ini adalah motivasi klasik. Kekurangan bahan baku produksi dalam negara membuat perusahaan harus mencarinya di negara lain yang memiliki bahan mentah yang berlimpah. Hal ini sudah terjadi sejak masa penjajahan terjadi.
Kedua, mencari pasar. Motivasi pasar saat ini mendominasi pertumbuhan internasional perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional mulai mendirikan anak cabang perusahaan untuk menunjang penjualan dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Dalam hal ini perusahaan domestik harus mampu bersaing dengan perusahaan yang sudah multinasional.
Ketiga, meminimalkan biaya. Perusahaan multinasional berusaha mencari tempat yang mampu menyediakan bahan produksi dengan biaya produksi yang lebih rendah.
Keempat, motif lainnya. Bisa berupa motif memperoleh akses ke perkembangan teknologi dunia.

2. Lingkungan Perusahaan Multinasional

a. Pasar VALAS atau voluta asing

Pasar valas terjadi karena adanya perbedaan nilai mata uang antar negara. Pasa valas memungkinkan transaksi voluta asing menjadi lebih efisien. Importir dan eksportir juga sangat memerlukan pertukaran mata uang. Hal ini juga melahirkan banyak spekulan-spekulan dunia yang berharap akan mendapatkan keuntungan dari pasar ini.

b. Tipe transaksi

Pertama, spot. Merupakan transaksi voluta asing dengan penyerahan saat itu juga dan dengan kurs yang ditetapkan saat ini.
Kedua, forward. Merupakan transaksi yang penyerahannya terjadi beberapa waktu mendatang
Ketiga swap. Merupakan transaksi pembelian dan penjualan sejumlah mata uang tertentu dengan cara simultan pada dua tanggal tertentu.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurs

Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi kurs mata uang yang ada di berbagai negara yaitu:
-inflasi
-pertumbuhan ekonomi
-perbedaan tingkat bunga rill
-perbedaan tingkat bunga nominal
-independensi bank sentral
-daya saing negara
-kebijakan moneter longgar
-pengharapan

3. Keputusan Investasi Internasional

Penganggaran modal internasional. Pada dasarnya sama dengan penganggaran modal domestik. Kriteria investasi bisa seperti net present value bisa dipakai untuk mengevaluasi internasional. Dengan demikian perusahaan internasional perlu melakukan estimasi aliran kas, menentukan biaya modal, dan menghitung net present value. Ada beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan domestik, seperti sudut pandang, kantor pusat, dan risiko.

Dalam permasalahan sudut pandang proyek VS risiko. Analisis bisa saja dilakukan berdasarkan sudut pandang proyek itu sendiri, dan terlepas dari pertimbangan kantor pusat. Walau begitu, secara teori sudut pandang kantor pusat lebih kuat jika dibandingkan sudut pandang proyek.

Keputusan investasi juga dipengaruhi oleh risiko politik dan ekonomi. Diperlukan penyesuaian yang mantap dalam hal ini. Penyesuaian tersebut bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu, memperpendek periode pay-back, menaikan biaya modal, menyesuaikan aliran kas.

4. Keputusan Pendanaan Internasional

a. Saham internasional

Perusahaan multinasional bisa mencatatkan saham pada pasar domestik, dan bisa juga menjual saham di pasar luar negeri. Dalam memperoleh dana dari bursa efek luar negeri, akan terdapat beberapa keuntungan yang bisa diperoleh yaitu:
Pertama, meningkatkan reputasi perusahaan sehingga meningkatkan permintaan saham. dengan demikian harga saham menjadi naik, dan mendapatkan kemudahan dalam memperoleh dana.
Kedua, meningkatkan basi investor sehingga meningkatkan likuiditas saham.likuditas tersebut kemudian mampu meningkatkan harga saham.
Ketiga, pengenalan di mata internasional. Dengan demikian perusahaan mampu melebarkan sayap operasi ke kancah internasional.
Ke-empat, membantu memperlancar proses akuisisi atau penggabungan perusahaan domestik dengan perusahaan asing.
Kelima, mengeluarkan saham di bursa luar negeri bisa menurunkan kerawanan terhadap risiko politik.
American Depository Receipts ( ADR). jika perusahaan mengeluarkan saham di bursa efek luar negeri, biasanya bukanlah sahamnya yang diperdagangkan melainkan ADR perusahaan tersebut. ADR adalah surat berharga yang mewakili saham asing yang diperjualbelikan di pasar modal amerika serikat.

b. Obligasi internasional.

Obligasi asing adalah obligasi yang diterbitkan diluar negri dengan menggunakan denominasi tempat menjual obligasi tersebut.

c. Bank internasional.

Pertama, bank asing. Perusahaan multinasional memperoleh dana melalui pinjaman yang diberikan oleh bank asing atau bank domestik. Pada beberapa negara biasanya melakukan pembatasan pinjaman terhadap perusahaan asing.
Kedua, eurobank dan eurodollar. Eurodollar adalah mata uang yang di depositokan di bank di luar negara yang bersangkutan.

d. eurobond VS eurocurrency.

Dalam eurobond perusahaan langsung menjual obligasi ke pasar tanpa melalui perantara bank. Dalam eurocurrency, bank merupakan perantara penting yang menjembatani perusahaan dengan pasar.

Baca Juga:

Apa Pendapat Anda?

 

Anda Sedang Menggunakan Ad Blocker?

Matikan Ad Blocker Anda terlebih dahulu KHUSUS untuk situs ini saja matabaraja.com

Tidak perlu khawatir, tidak ada iklan jahat di sini

Jika tidak paham caranya, silahkan Kunjungi: HOW TO WHITELISTING?

Thank you!

×