Cara Belajar Menjadi Orang Genius! Tips Berpikir Sederhana


Genius adalah impian semua orang, tidak terkecuali kamu. Bukan begitu? Mungkin, kita berfikir Genius hanyalah untuk orang yang memiliki IQ yang tinggi. Jika memang benar Genius hanyalah bagi orang yang memiliki IQ yang tinggi, berarti kita yang tidak memiliki IQ tinggi, tidak memiliki kesempatan menjadi orang yang Genius dong. Jelas hal itu tidak adil sekali, benar?

Sedangkan kita tahu, Tuhan menciptakan kita dengan memberikan kesempatan yang sama untuk kita. Tuhan itu maha adil, jadi tidak mungkin Tuhan pilih kasih kepada umatnya.

Cara Belajar Menjadi Orang Genius! Tips Berpikir Sederhana

Kecerdasan Manusia

Mencapai kesuksesan, kita perlu mengoptimalkan setiap kecerdasan yang kita miliki. Kesuksesan adalah kebutuhan yang harus dicapai, karena tanpa kesuksesan kehidupan tak akan berarti. Banyak cara yang bisa dilakukan agar dapat mencapai apa yang kita inginkan. namun semua kesuksesan itu terlebih dahulu sebenarnya berawal dari apa yang kita miliki, yaitu kecerdasan kita sebagai manusia.

1. Intelligence quotient (IQ)

Atau kecerdasan intelektual yaitu daya nalar logis matematis individu. Biasanya kecerdasan intelektual ini di ukur melalui tes IQ yang meliputi kemampuan kognitif dan psikomotorik, yang merupakan bentuk kerja otak kiri manusia. Faktor ini dipercayai sebagai penentu keberhasilan seseorang yang paling dominan. Mungkin sekarang IQ bukan lagi yang menjadi fakto utama yang mempengaruhi kesuksesan.

2. Emostional quotient (EQ)

Atau kecerdasan emosional yaitu manusia dalam memahami diri sendiri atau intrapersonal dan memahami orang lain atau interpersonal. Kecerdasan ini akan menjadikan manusia unggul dalam pergaulan dan unggul bersama orang lain.

3. Spiritual quotient (SQ)

Atau kecerdasan spiritual yaitu kecerdasan manusia untuk memahami tentang subtansi dan eksistensi hidup. Dengan kecerdasan ini manusia dapat memahami hakekat hidup dan unggul disisi tuhan di hari akhir nanti.

4. Other quotient (OQ)

Atau kecerdasan lainnya yaitu kecerdasan diluar kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, misalnya bentuk tubuh yang baik, suara yang baik, kemampuan memainkan alat musik yang baik, dlln.

Pada masa dahulu sangat sedikit orang yang mampu menempuh pendidikan formal sampai perguruan tinggi, makanya dahulu orang sangat bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan, karena sangat sulit untuk mendapatkannya. Sehingga orang lulusan perguruan tinggi terdahulu adalah orang yang benar-benar memiliki intelektual yang bagus. mereka yang dahulu tidak menempuh pendidikan formal bukan berarti tidak bersungguh-sungguh untuk menempuh pendidikan, tetapi banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak bisa mencicipi pendidikan.

Namun untuk sekarang, orang-orang lulusan perguruan tinggi bukan lagi sesuatu yang dapat di banggakan lagi, karena itu sudah lumrah dan sewajarnya. Selain itu, lulusan perguruan tinggi sudah terlalu banyak, baik itu dengan cara yang benar maupun tidak. Ada perguruan tinggi yang benar-benar melahirkan sarjana yang berintelektual yang bagus ada juga yang tidak atau hanya sekedar gelar saja.

Orang yang dibanggakan pada saat sekarang ini adalah orang yang mampu memenangkan kompetisi dalam dunia kerja atau dunia bisnis. Uang dan kekuasaan sebagai tolak ukurnya.

Pada saat ini, dalam dunia kerja atau dunia bisnis, yang menjadi incaran dan pemenang bukan lagi orang yang cerdas dalam intelektual saja melainkan orang yang memilki integritas, komitmen, motivasi, loyalitas yang tinggi. Saat ini dunia kerja dan dunia bisnis lebih membutuhkan orang yang mempunyai soft-skil yang bagus, ketimbang orang yang hanya memiliki hard-skill saja. Namun ingat, bukan berarti hard-skill itu tidak penting, tapi hard-skill tidak akan berarti apa-apa jika tidak memiliki soft-kill.

Sehingga jika dilihat dari kenyataan yang ada pada saat ini, faktor dominan penentu kesuksesan seseorang bukan lagi dari kecerdasaan intelektualnya, tetapi beralih ke kecerdasan emosional yang ia miliki atau yang sering disebut dengan soft-skill.

Mengenal Arti Genius!


Pertama, Genius lebih berartikan kepada keadaan seseorang dalam menyikapi hidupnya secara keseluruhan.

Kedua, Genius bukan dilahirkan tetapi diciptakan. Genius itu tentu saja adalah suatu hasil pencapaian yang luar biasa dengan kemauan (x) strategi (x) action. Maka dari itu, jika kita ingin menjadi orang yang Genius, maka kita butuh keberanian untuk keluar dari kebiasaan yang ada, baik dalam cara berfikir maupun bertindak.

Ada beberapa hal yang membuat orang tidak Genius, yaitu:

A. Terperangkap pada keyakinan yang salah.

Seringkali orang menyebutnya dengan penjara pikiran.
Perlu diketahui, bahwa tidak hanya fisik saja yang bisa terpenjara, tetapi pikiran manusia yang liar dan bebas itu juga bisa terpenjara.

Penjara pikiran selalu ada di sekeliling kita. Bisa berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, masyarakat sekitar,atau tempat kita hidup. Semua itu dapat mempengaruhi pikiran tidak bisa tumbuh secara bebas.

Lingkungan keluarga adalah yang pertama mengisi pikiran kita. Pikiran bebas kita mulai dibentuk dari orangtua. Seperti, saat pikiran mulai tumbuh, rasa ingin tahu yang tinggi membuat kita ingin mencoba membongkar-bongkar mainan baru, namun orangtua melarangnya tanpa memberi pengertian, kenapa mereka melarang?. Nah.... Hal ini akan menghambat pikiran kita yang terus tumbuh. Seharusnya mereka membimbing anak-anaknya lalu memberikan pemahaman yang dapat membuat pikiran kita semakin terus tumbuh.

Oleh karena itu pikirkanlah ini "orangtua yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas pula dan berlaku juga sebaliknya ".

Lalu disekolah, kita tidak dapat menjawab dengan benar, kita akan dihukum, diejek atau dicemo'oh. Jawaban yang benar seolah-olah hanyalah milik guru, padahal benar-salah dalam dunia kreativitas nilainya sama.

Selain itu, orangtua dan guru sebagian besar mengukur dan menilai anak-anaknya dari nilai tertulis tanpa mempertimbangkan hal yang sebenarnya lebih penting dari sekedar hitam diatas putih. Padahal, Apalah arti nilai tertulis itu yang bisa saja kita beli.

Lalu ditempat kerja pun sama. Pikiran juga mendapatkan perlakuan "hukuman". Ketika kita berada dalam dunia kerja, kita sudah berhadapan dengan budaya organisasi, senioritas, dlln, yang memberikan pembatasan pada pikiran yang bebas menjadi terpenjara karenanya.
Pikiran kita terperangkap dalam program pikiran orang lain karena kelas sosial.

Penjara pikiran memberikan efek pada penjara mental untuk berkembang. Sehinga ini akan semakin menjadi-jadi. alangkah baiknya organisasi itu memberikan kita kebebasan untuk berfikir bebas dalam berkreasi dan berinovasi kedepan untuk organisasi itu.

Coba dengarkan ini " sistem organisasi yang baik akan melahirkan anggota organisasi yang baik pula dan berlaku pula sebaliknya".

Penjara mental sama seperti hantu pikiran. Begitu mengingatnya, pikiran merasa takut terlebih dahulu untuk mencoba berkreasi dan berinovasi kedepan.

B. Tujuan tidak terarah

Alasan kedua, kenapa orang tidak Genius adalah karena tidak pernah menentukan tujuan yang jelas dan tidak konsisten atau dengan kata lain, tujuan kita yang terus berubah-ubah.

Tanpa tujuan yang jelas, gerak kita juga tidak akan terarah atau tanpa arah. Maka dari itu bentuklah tujuan yang jelas dan mantap.

C. Tidak punya alasan yang kuat untuk berhasil. 

Seringkali disebut dengan motivasi. Tidak adanya dorongan yang kuat untuk membuat suatu ketercapaian akan keinginan dikarenakan memang tidak merasakan adanya suatu keharusan.

D. Tidak punya strategi yang terbukti berhasil.

Katakanlah kita sudah punya keyakinan yang kuat dan tepat serta mampu keluar dari penjara pikiran dan punya tujuan yang tepat, tetapi kalau strateginya tidak jelas tetap saja tujuan tidak akan tercapai. Sebab, Genius= strategi (x) action.

Berdasarkan kenyataan tersebut, dapati kita simpulkan bahwa sesungguhnya Genius bukan dilahirkan tetapi di ciptakan. Dalam hal ini, untuk menciptakan Genius itu, kita perlu melakukan serangkaian proses yang pada dasarnya tidak sulit, namun butuh waktu dan kemauan yang disertai keberanian untuk melakukannya.

Lalu, apa sajakah langkah-langkah yang kita maksud tersebut. Mari kita masuk ke pembahasannya.

1. Program ulang pikiran

Seringkali disebut dengan NLP (Neoro Language Program). Apakah NLP itu? NLP pada dasarnya berbicara tentang, bagaimana saraf otak (neuro) membuat program perilaku tertentu atau internal programming dan bagaimana program itu dapat diimplementasikan dalam bentuk perilaku yang disebut behavioural succes.

Aktivitas otak manusia adalah aktivitas mencatat, merekam, dan mengolah informasi yang diterimanya dari lingkungan melalui panca indra. Kehebatan dari otak manusia adalah dapat merekam apa saja yang kita dengar, lihat dan rasakan, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Seperti halnya saat ini, ketika kamu sedang membaca tulisan ini, tanpa kamu sadari otak kamu (dalam waktu yang bersamaan) juga mencatat segala peristiwa disekitar kamu seperti musik yang kamu putar atau suara TV kamu atau suara kipas angin anda, dlln. Demikianlah hebatnya otak anda, sudah tak terhingga informasi yang tercatat dan terekam dalam pikiran sejak kamu bangun tidur hingga saat ini. Semua rekaman peristiwa tersebut tersimpan dalam otak bawah sadar. Semua itu adalah potensi yang tak ternilai harganya.

Kekayaan yang tersimpan dalam otak itu tidak ada manfaatnya jika sang pemiliknya sendiri tidak mau membuat program perilaku sukses. Dasar kerja otak adalah menunggu sang pemiliknya (anda) untuk membuatkan program yang menurut kamu dapat tercapai dan cocok. Lalu siapakah yang menyuruh otak anda?, tidak lain adalah intinya otak yaitu otak spiritual (SQ). Seperti kata kata " semua tergantung niatnya".

Orang sukses adalah orang yang telah terbiasa memprogram dirinya. Orang yang belum sukses tidak tahu bagaimana caranya.

Ingatlah, otak pikiran bukanlah benda mati yang tidak bisa didaur ulang, tetapi pikiran adalah sesuatu yang lentur, yang bisa dibentuk oleh pemiliknya.

Inti kerja dari program ulang pikiran adalah membuang hambatan mental (pikiran), membuang virus negatif pikiran, dan lalu merekayasa ulang pikiran itu agar si pemilik tidak terjebak dalam sistem berfikir yang salah.

Jika kita lihat dalam dunia yang nyata, banyak sekali orang yang tadinya dianggap bodoh, tidak punya harapan, selalu menduduki ranking terakhir dikelas, tiba-tiba saja menjadi genius dan menjadi juara dan sukses.

Lalu apa kuncinya?

A. Merubah keyakinan yang salah menjadi keyakinan yang benar. ( dari "saya bodoh, lulus saja susah" menjadi "kalau orang bisa dapat 'A', aku juga bisa!!").
B. Mempunyai tujuan yang mantap. ("Nilai saya harus 'A' semua, juara 1, masuk universitas terbaik, dan sukses, punya banyak uang").
C. Mempunyai alasan yang kuat.
D. Mempunyai strategi yang tepat. Seperti, tehnik membaca cepat, mencatat menggunakan kedua belah otak, menggunakan tehnik super memory.

2. Menetapkan tujuan yang jelas

Dalam kehidupan kita seringkali terjebak dalam aktivitas tanpa produktivitas karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Aktivitas tidak sama dengan produktivitas.

3. Menumbuhkan keyakinan untuk mencapai tujuan

Hal-hal yang hendaknya dilakukan yaitu:

A. Menyusun ulang kalimat aturan di dalam hati.
Contoh,
Salah: saya tidak mungkin bisa genius
Benar: oh itu dulu, sekarang saya yakin saya bisa Genius, bahkan saya sudah memulai berusaha menjadi orang Genius.

Lalu, apa alasan kita melakukan hal ini?
Agar ada landasan yang kuat untuk percaya untuk membimbing kita secara sadar bahwa kita mampu mencapai tujuan.

B. Ciptakan kalimat afirmasi.
Kalimat yang mudah diulang-ulang.
Contoh,
Orang lain bisa, saya juga bisa!.

4. Strategi untuk membangkitkan potensi Genius

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar potensi Genius dapat dibangkitkan, yaitu:

A. Mencatat dengan kedua belah otak
Mencatat adalah salah satu kemampuan terpenting yang pernah dipelajari.

B. Membaca dengan teknik reading speed
Dengan menggunakan pengukur waktu, ukurlah kecepatan membaca anda, lakukan setiap hari dengan disiplin, lalu bandingkan, apakah meningkat dari sebelumnya atau tidak?

Lalu tuliskan, point-point penting yang bisa kamu ingat. Bandingkan, Apakah daya ingat kamu semakin baik atau tidak dari sebelumnya?

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?