#Makalah Akhlak Pergaulan Dalam Islam! Penyimpangan dan Solusi


Islam adalah agama yang sempurna, mengapa sempurna karena di dalam islam telah diatur dan ditata sedemikian rupa agar semua umat bisa menjalani kehidupan di dunia yang singkat ini dengan penuh keberkahan dan rahmat dari yang maha kuasa. Begitupun dengan tata cara pergaulan di islam telah diatur dan ditetapkan antara batasan-batasan yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang terhadap seseorang yang lain.

Islam melarang umat mendekati suatu perbuatan yang mendekatkan kita dengan perbuatan dosa. Islam telah mengajarkan kita bagaimana sebaiknya menjalani kehidupan didunia ini agar kehidupan dunia menjadi baik dan juga selamat di kehidupan akhirat kelak, termasuk dalam pergaulan kita sehari-hari. Untuk itu perlu kita sadari akan pentingnya akhlak pergaulan yang baik dengan al-qur’an dan hadist sebagai pedomannya.

Seringkali saat kita berbicara tentang akhlak pergaulan, tidak terlepas dari banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dimasyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-qur’an dan hadist serta yang telah diajarkan oleh rasullullah. Mereka mengabaikan dan mengkesampingkan urusan agama karena menganggap bahwa aturan dalam agama adalah penghalang manusia untuk menikmati dan menjalani kehidupan didunia ini.

Makalah Akhlak Pergaulan Dalam Islam

PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T karena atas berkat dan rahmat-NYA, serta-merta atas izin-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang akhlak pergaulan dalam islam ini.

Melalui tulisan makalah yang singkat dan pendek ini, semoga kita lebih memahami tentang akhlak pergaulan yang baik menurut islam dan menyadari bahwa kita perlu mengenal lebih mendalam tentang penting akhlak pergaulan dalam hidup dan kehidupan didunia. Tidak hanya sampai disitu, kitapun diharapkan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Makalah tentang akhlak pergaulan dalam islam ini dapat diselesaikan karena bantuan pihak-pihak yang berperan dalam pembuatan makalah ini, maka dari itu penulis mengucapkan terimakasih kepada pembimbing dan tulisan-tulisan makalah lain yang dijadikan sebagai referansinya, serta-merta kepada pengarang-pengarang buku sebagai panduan proses pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis juga mengucapkan mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan, karena penulis menyadari masih banyak yang harus di perbaiki dan dibenarkan.

BAB 1: PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

Ahklak mulia dalam pergaulan adalah akhlak yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam dalam alqur’an dan hadist. Akhlak dalam pergaulan yang baik telah diajarkan oleh rasullullah kepada setiap umat khususnya umat islam. Setiap aturan dalam islam tentang akhlak dalam pergaulan bertujuan tentang cara bagaimana manusia memposisikan dirinya sebagai mahkluk tuhan demi terwujud suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat sesuai dengan yang diingankan oleh Allah SWT.

Akhlak yang baik adalah fondasi agama dan merupakan hasil dari usaha orang-orang yang bertakwa. Memiliki akhlak yang baik, seseorang akan diangkat derajatnya kederajat yang lebih tinggi oleh tuhan. Aklhak mulia tersebut menyangkut tentang etika, budi-pekerti dan moral sebagai manifestasi dari pendidikan agama.

Tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itu yang dapat menerangkan bahwa orang itu telah memiliki ahklak yang baik. Semua bermuara pada realisasi tanggung jawab kepada Allah SWT. Jika seseorang telah memahami tentang akhlak maka akan menghasilkan kebiasaan hidup yang baik yang diinginkan oleh Allah SWT.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Beberapa aturan tentang pergaulan dalam islam
2. Ahklak pergaulan dalam bermasyarakat
3. Penyimpangan pergaulan menurut islam

1.3 TUJUAN PENULISAN

Penulisan makalah yang bertemakan akhlak pergaulan dalam islam ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh seperti apa pandangan islam tentang akhlak pergaulan dalam hidup dan kehidupan serta menyadari betapa pentingnya akhlak yang baik dalam pergaulan sehari-hari.

BAB 2: PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN

Dilihat dari sudut etimologi perkataan “ Akhlak “ ( أَخْلاَقٌ) berasal dari bahasa Arab jama’ dari “ Khuluqun “ ( خُلُقٌ ) yang menurut lughat diartikan adat kebiasaan ( al-adat ), perangai, tabi’at ( al-sajiyyat ), watak ( al-thab ), adab / sopan santun ( al-muru’at ), dan agama ( al-din ) . Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan “ Khalqun “ ( خَلْقٌ ) yang berarti kejadian, serta erat hubungannya dengan “ Khaliq “ ( خاَلِقٌ ) yang berarti pencipta dan “ makhluq “ ( مَخْلُوْقٌ ) yang berarti yang di ciptakan dan dari sinilah asal mula perumusan ilmu akhlak yang merupakan koleksi ugeran yang memungkinkan timbulnya hubungan yang baik antara Makhluk dengan Khaliq dan antara Makhluk dengan makhluk .

Prof. Dr. Ahmad Amin dalam bukunya ‘Al- Akhlaq’ merumuskan pengertian akhlak sebagai: Akhlak ialah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh setengah manusia kepada yang lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.
Menurut Imam Ghazali, akhlak yang mulia mempunyai empat perkara yaitu bijaksana, memelihara diri dari sesuatu yang tidak baik, keberanian (menundukkan hawa nafsu) dan bersifat adil.

Kata akhlak tersebut banyak ditemukan dalam hadits Nabi Saw. Dalam salah satu haditsnyaRasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakanakhlak yang mulia”. (HR. Ahmad). Sedangkan dalam al-Quran hanya ditemukan bentuk tunggal dari akhlaq yaitu khuluq. Allah menegaskan, “Dan sesungguhnyakamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam (68): 4). Khuluq adalah ibarat dari kelakuan manusia yang membedakan baik dan buruk, lalu dipilih yang baik untuk dipraktikkan dalam perbuatan, sedang yang buruk dibenci dan dihilangkan .

Sehingga akhlak juga dibagi menjadi dua,yaitu akhlak baik (Al-Hamidah) dan akhlak buruk (Adz-Dzamimah). Kata yang setara maknanya dengan akhlak adalah moral dan etika. Kata-kata ini sering disejajarkan dengan budi pekerti, tata susila, tata krama atau sopan. Sedangkan pergaulan sendiri memiliki makna interaksi antara sesama manusia,baik individu dengan individu,tau individu dengan kelompok,contoh disekitar kita bisa jadi masyarakat, teman sekolah, teman bermain dan lain sebagainya.

2.2 ATURAN PERGAULAN DALAM ISLAM

Islam telah mengatur etika pergaulan. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para pelakunya. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah
Menutup Aurat.

Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurot demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.

Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.

Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.
Secara khusus bagi wanita Allah SWT berfirman: “…dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. 24: 31).

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan
anak-anak perempuanmu dan juga kepada istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. 33: 59)
Dalam hal menjaga aurat, Nabi menegaskan sebuah tata krama yang harus diperhatikan, beliau bersabda:

“Tidak dibolehkan laki-laki melihat aurat (kemaluan) laki-laki lain, begitu juga perempuan tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidak boleh laki-laki berkumul dengan laki-laki lain dalam satu kain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh berkemul dengan sesama perempuan dalam satu kain.” (HR. Muslim).

Menjauhi perbuatan zina
Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32: “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”

Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :

Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan.

Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang. Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).

“Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan, kecuali disertai muhrimnya.”(HR. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam Tarjamah Riyadush Shalihin).

2.3 AKHLAK PERGAULAN DALAM MASYARAKAT

Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :
a. Mengucapkan Salam
Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut.
Allah swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat”. (QS. An-Nur/24: 27)

b. Berjabat tangan
Berjabat tangan dengan bersalaman dapat menunjukkan keakraban, kerukunan, persahabatan, atau permintaan maaf . menurut sebuah hadis berjabat tangan dilakukan dengan menyambut tangan dari yang menjabatnya, bukan dengan menunduk, mendekap atau memeluk. Berjabat tangan dilakukan hanya dengan sesama mahram, maka diharamkan sesuai hukum fikih seorang laki-laki menjabat tangan wanita yang bukan mahramnya, begitu pula sebaliknya. “Tak pernah sekali-kali tangan Rasulullah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Bukhari Muslim).

c. Menghindari berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis)
Khalwat menurut bahasa berarti pengasingan diri. Rasulullah melarang perbuatan ini, karena seorang Muslim menyepi dengan wanita yang bukan mahramnya, maka setan akan menjadi teman ketiganya. “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah bersendirian dengan seorang wanita di suatu tempat tanpa disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan”. (HR. Ahmad)
Dalam hal menjaga pandangan Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 30-31 yang artinya:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya: yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Dan bukanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung”. (QS. An-Nur24: 30-31)

d. Mencari teman yang baik
Agar remaja tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan tindakan kenakalan remaja, remaja hendaklah memilih teman yang baik dalam pergaulannya. Pergaulan akan mempengaruhi prilaku seseorang. Orang yang berteman dengan orang yang baik kemungkinan besar ia akan baik. Sebaliknya orang yang berteman dengan orang jahat kemungkinan besar ia akan jahat. Karena itu remaja hendaknya memilih teman yang baik agar ia juga ikut baik. Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah saw melalui ungkapannya:

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (solehah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi.
Pembawa minyak wangi mungkin akan menciptakan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (HR. Bukhari)

a. Meminta izin
kita sebagai umat yang beragama tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu.

b. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

c. Bersikap santun dan tidak sombong
Bersikap santun sangat dianjurkan oleh islam dalam bergaul karena dengan bersikap santun teman yang bergaul dengan kita akan mersa nyaman dekat dengan kita, islampun melarang semua mahluknya untuk sombong karena perbuatan tersebut sangat dibenci oleh allah, dan hanya allah lah yang berhak untuk sombong.

d. Berbicara dengan perkataan yang sopan
Utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar.

e. Tidak boleh saling menghina
Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.

f. Tak boleh saling membenci dan iri hati
Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

g. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
Waktu menjadi 3 bagian yaitu: sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

e. Mengajak untuk berbuat kebaikan
Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

Demikian beberapa tata cara pergaulan yang dilandasi nilai-nilai moral dan ajaran islam. Tata cara tersebut hendaknya dijadikan pedoman dalam bergaul. Mudah-mudahan ini bisa kita jadikan renungan atau muhasabah.

2. 4 PENYIMPANGAN PERGAULAN MENURUT ISLAM

a) Penggunaan narkoba
Penggunaan dan peredaran narkoba saat ini semakin meluas, tidak hanya dari kalangan dewasa saja tetapi anak-anak dan juga remaja. Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini banyak sekali siswa-siswi usia sekolah yang menggunakan narkoba dari SMA, mahasiswi bahkan siswa-siswi Sekolah Dasar.
Adapun tata cara pengedar narkoba untuk meracuni akal fikiran para remaja sebagai berikut :
Datang dari teman yang mula-mula menawarkan narkoba dengan alasan menjernihkan fikiran yang sedang kacau sehingga terpengaruh.

Para pengedar yang mendatangi sekolah-sekolah atau kampus yang semula menghasut para siswa-siswi untuk mencoba dan kemudian mereka merasa ketagihan. Datang dari rasa ingin tahu dan ingin mencoba.

Pada dasarnya narkoba sendiri ialah zat yang bersifat adiktif yaitu zat yang dapat mempengaruhi atau membuat ketagihan yang dapat merusak sistem syaraf motorik dan jaringan pertahanan tubuh.

b) Mengonsumsi Khmar
Yang disebut khmar adalah segala sesuatu minuman dan makanan yang bisa menyebabkan mabuk, seperti dijelaskan dalam hadits berikut:“Setiap yang memabukkan berarti khamr, dan setiap khamr hukumnya haram” (HR. Bukhary dan Muslim).

c) Seks Bebas
Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar.

Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.

d) Perkelahian antar Kelompok atau Tawuran
Tawuran atau Tubir adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar sebagai perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Sebab tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok. Tawuran merupakan suatu penyimpangan sosial dan akan menimbulkan akibat, diantaranya:
• Meresahkan warga masyarakat setempat
• Memutus tali silaturahmi

2.5 SOLUSI PENYIMPANGAN PERGAULAN

Beberapa solusi yang dapat membendung prilaku penyimpangan social diantaranya :
a. Kesadaran diri sendiri
Kesadaran diri sendiri sangatlah penting dalam menyelesaikan penyimpangan, dengan adanya kesadaran dari tiap individu untuk berhenti melakukan penyimpanganakan membantu dalam menyelesaikan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
b. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
Dengan kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT akan memberikan kekuatan kepada kita untuk menjauhi semua perbuatan-perbuatan yang dilarang olehnya dan menjalankan semua yang diperintahkannya.
c. Perbanyak dzikir
Memperbanyak dzikir, melaksanakan sholat lima waktu akan membentengi diri kita dari pengaruh dan godaan-godaan setan untuk berbuat hal yang tidak baik.
d. Lingkungan
Lingkungan mempengaruhi perilaku manusia, maka untuk menciptakan generasi yang baik kita harus menciptakan lingkungan yang baik dengan cara lebih banyak berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang sholeh, memilih teman yang dekat dengan sang Khalik dan masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan.
e. Keluarga
Keluarga juga punya andil dalam membentuk pribadi seseorang , jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Mulailah perbaikan dari sikap yang paling kecil, seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan. Jangan sampai ada kata-kata bohong, membaca do’a setiap malakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada keluarga dan masih banyak hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik tetapi kita bisa lakukan itu dengan perlahan dan sabar.
f. Sekolah atau Kampus
Sekolah atau Kampus adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan di sekolah atau kampus untuk memulai perbaikan remaja, diantaranya melakukan program mentoring pembinaan lewat kegiatan keagamaan seperti rohis, patroli keamanan sekolah dan lain sebagainya,jika kita optimalisasikan komponen organisasi ini maka kemungkinan terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi.

BAB 3: PENUTUP


3.1 KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan beberapa hal antara lain:
a. Islam adalah agama yang sempurna yang di dalamnya pula mengajarkan mengenai
akhlak pergaulan yang akan menuntun manusia untuk bergaul dengan baik yang diberkahi oleh Allah.
b. Islam melarang setiap manusia untuk mendekati semua hal atau perbuatan yang akan mendatangkan atau berdekatan dengan zina.
c. Hidup itu pilihan yang akan menimbulkan sebab dan akibat yang terjadi apabila kita memilih suatu pilihan seperti halnya pilihan apakah kita akan memilih dan menetapkan pergaulan yang sesuai dengan ajaran islam atau pergaulan yang sesuai dengan ajaran yang berkembang di dunia yang modern ini.

3.2 SARAN

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memiliki akhlak yang terpuji agar mendapatkan ridho dari Allah SWT termasuk dalan hal pergaulan, baik sesama jenis maupun dengan berlawanan jenis agar tidak terpengaruh dari godaan syetan yang akan mengusik keimanan kita kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang berakhlak mulialah yang akan diterima oleh Allah SWT di sisinya, dan semoga kita sebagai muslim dan muslimah termasuk golongan-golongan yang dimuliakan oleh Allah SWT yang akan berada disampingnya.

Daftar pustaka

Al-qur’an dan terjemahannya
Modul Paket Studi Islam Khairu Ummah, Drs. Ahmad Yani, LPPD Khairu Ummah: Jakarta Pusat
Pergaulan pemuda-pemudi dalam islam, muhamad pristian habib,: universitas diponegoro
Himpunan hadist pilihan, hadis shahih bukhari, husein bahreisy, al-ikhlas:Surabaya

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?