Penganggaran Perusahaan: Budget Variabel! Pengertian dan Contoh Soal


Anggaran variabel atau disebut juga anggaran fleksibel erat hubungannya dengan fungsi perencanaan dan pengawasan karena disini ditunjukkan beban biaya yang seharusnya dikeluarkan pada berbagai tingkat kegiatan, Untuk itu perlu diketahui pola perubahan biaya hubungannya dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas perusahaan. Aktivitas perusahaan dapat dinyatakan dalam bentuk jam tenaga kerja langsung, jam mesin, volume produksi atau volume penjualan

Anggaran variabel ialah anggaran yang merencanakan tingkat perubahan (tingkat variabilitas) biaya, terutama biaya-biaya tidak langsung, sehubungan dengan perubahan aktivitas perusahaan dari waktu ke waktu delama periode yang akan datang. Anggaran variabel biasanya ditunjukkan dengan skedul biaya yang menyatakan bagaimana biaya akan berubah dengan perubahan volume, output dan aktivitas.
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan


Variabel budget terutama ditujukan untuk merencanakan biaya-biaya tidak langsung,yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas perusahaan, misalnya biaya pabrik tidak langsung, biaya administasi, biaya penjualan.

A. Klasifikasi biaya berdasarkan konsep variabilitas biaya:


1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya yang tidak berubah karena perubahan output atau aktifitas, sehingga jumlahnya tetap konstan selama periode tertentu dalam suatu relevant range aktifitas.

Relevan range merupan interval batas berlakunya anggaranvariabel yang disusun. Ditetapkannya interval tersebut karena biaya tetap dalam jangka panjang akan berubah. Penetapan relevant range bisa berdasarkan pengalman tahun -tahun yang lalu dengan perkiraan dan perhitungan atas faktor internal dan eksternal. Misalnya kapasitas produksi satu unit mesin sebesar 1000 unit per bulan. Biaya depresiasi per bulan sebesar Rp 1.500.000. Pada bulan Januari jumlah produksi sebesar 500 unit biaya depresiasinya sebesar Rp 1.500.000. Pada bulan Maret jumlah produksi sebesar 950 unit, biaya depresiasinya sebesar Rp 1.500.000. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa berapapun produksinya asalakan tidak melebihi 1000 unit, maka biaya depresiasi yang dikeluarkan tetap sama Rp 1.500.000. Pada contoh diatas bila produksinya sebesar 1500 unit, besarnya biaya depresiasi akan bertambah karena jumlah mesin yang digunakan tidak cukup satu unit.

Bila digambarkan maka besarnya biaya tetap total pada contoh diatas akan berbeda pada relevan range berbeda.

Gambar: Biaya Tetap total

Jenis biaya tetap:
Biaya yang ditetapkan oleh keputusan manajemen sebelumnya misalnya : depresiasi aktiva tetap, pajak dan asuransi
Biaya yang ditetapkan oleh kebijaksanaan perusahaan jangka pendek misalnya : gaji karyawan, biaya advertensi dan biaya penelitian

Ciri-ciri biaya tetap:

a. Konstan dalam total dan berubah dalam rata-rata
Biaya total dalam relevan range tertentu tetap, sedangkan biaya per satuan menurun jika jumlah output meningkat.
b. Kebijakan manajemen
Sebagian besar biaya tetap dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Atau berdasarkan keputusan manajemn.
c. Hubungan dengan tingkat kegiatan perusahaan
Besarnya biaya tidak tergantung tingkat kegiatan perusahaan selama masih dalam relevan range tertentu.
d. Relevan range
Adanya relevan range tertentu sebagai batas sejauh mana biaya bersifat tetap.
e. Dasar pengukuran
Biaya tetap diperhitungkan berdasarkan periode waktu tertentu , misalnya dalam bulan dan tahun

2. Biaya Variabel (Variabel Cost)

Biaya yang berubah searah dan sebanding dengan perubahan output atau aktivitas. Secara total biaya ini proporsional dengan aktivitas, tetapi persatuan jumlahnya tetap berapapn tingkat aktivitasnya. Semakin besar aktivitasnya maka biaya total akan semakin besar pula, sebaliknya semakin kecil aktivitasnya maka besarnya biaya total semakin rendah.

Dalam contoh diatas pada berbagai tingkat aktivitas bearnya biaya variabel per unit sebesar Rp 500.

Penganggaran Budget Variabel Perusahaan


Ciri-ciri biaya variabel:
1.Berubah dalam total dan konstan dalam rata-rata
Biaya total berubah searah dan sebanding dengan tingkat kegiatan perusahaan sehingga dilihat dari biaya persatuan output tetap
2.Kebijakan manajemen
Biaya-biaya variabel tergantung kepada kebijaksanaan manajemen dalam jangka pendek
3.Hubungan dengan tingkat kegiatan perusahaan
Biaya variabel berhungan langsung dengan tingkat kegiatan perusahaan
4.Relevant range
Semua biaya variabel diperkirakan dalam suatu relevant range tertentu
5.Dasar pengukuran
Pengukuran biaya berdarakankan output atau tingkat kegiatan

B. Biaya Semi Variabel atau Semi Tetap


Biaya semi variabel meningkat atau menurun jika output atau kegiatan produksi meningkat atau menurun , tetapi tidak secara proporsional dengan perubahan output atau kegiatan . Biaya semivariael didalamnya mengandung unsur biaya tetap dan variabel. Biaya yang sifatnya tetap akan sama jumlahnya dan biaya yang sifatnya variabel akan meningkat jumlahnya apabila terjadi peningkatan aktivitas dan jumlahnya akan turun bila terjadi peneurunan aktivitas, namun perubahan biaya tidak seimbang dengan perubahan aktivitasnya.

Biaya tersebut bila digambarkan akan nampak sebagai berikut:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan

Biaya yang bersifat semivariabel misalnya biaya overhead Pabrik (BOP), sebagai contoh pada bulan Januari menghasilkan 2000 unit dengan biaya overhead pabrik sebesar Rp 4.000.000. Pada bulan Februari perusahaan meningkatkan produksinya menjadi 3000 unit , sedangkan biaya overhead pabrik yang dikeluarkan sebesar Rp 5.000.000. Disini terlihat bahwa kenaikan produksi sebesar 50% (dari 2000 unit menjadi 3000 unit diikuti dengan biaya kurang dari 50%, yakni hanya 25% (dari 4.000.000 menjadi 5.000.000).

Persoalan dalam penyusunan budget variabel yaitu penentuan komponen tetap dan variabel.

C. Kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilhan output atau dasar aktivitas


1.Dasar aktifitas harus dapat mengukur fluktuasi output yang menyebabkan biaya berubah
2.Dasar aktivitas harus sekecil mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain output
3.Dasar aktivitas harus mudah dimengerti, mudah dihitung dan diaplikasikan
4.Dasar aktivitas harus dapat menjadi ukuran yang dapat dipercaya

Metode penentuan variabilitas biaya:
1.Metode biaya berjaga (stand by cost method)
2.Metode taksiran langsung (Direct Estimate Method)
3.Metode titik tertinggi titik terendah (high and low Point method)
4.Metode korelasi (correlation Method) terdiri:
5.Metode Grafik ( Graph Method)
6.Metode matematik (Mathematical Method)

D. Metode biaya berjaga (stand by cost method)


Metode ini dalam memperkirakan biaya tetap dengan menghentikan aktivitas perusahaan selama jangka waktu tertentu. Biaya yang masih ditanggung perusahaan walaupun tidak ada aktivitas merupakan unsur biaya tetap, selisih biaya semi variabel dengan biaya tetap merupakan unsur biaya variabel.

Contoh penggunaan metode stand by cost method: biaya overhead pabrik pada saat perusahaan memproduksi 2000 unit adalah sebesar Rp 5.800.000. Perusahaan menghentikan aktivitas perusahaan sementara selama 1 bulan. Biaya yang dikeluarkan pada waktu perusahaan tidak berproduksi adalah sebesar Rp 3.800.000. Maka besarnya unsur biaya tetap dan variabel dari biaya overhead pabrik tersebut diperkirakan sebagai berikut:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan

E. Metode taksiran langsung (Direct estimate method)


Biasanya metode ini dipergunakan oleh perusahaan yang baru berdiri , atau karena adanya perubahan diperusahaan, misalnya: perubahan metode produksi, perubahan kebijaksanaan perusahaan, dipakainya mesin baru yang semuanya menyebabkan berubahnya pola biaya

Metode ini dipakai berdasarkan pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi dengan ditunjang dengan data yang bersifat historis atau berdasarkan kebijaksanaan manajemen.
Contoh penggunaan metode taksiran langsung: biaya pemeliharaan mesin. Biaya yang timbul untuk pemeliharaan mesin diantaranya:
1. Gaji teknisi ditentukan berdasarkan kebijakan manajemen (biaya tetap)
2. Biaya bahan pelumas (besar kecilnya biaya ini dipengaruhi oleh JKM, jumlah JKM dipengaruhi jumlah produksi, sehingga biaya suku cadang termasuk biaya variabel)

F. Metode titik tertinggi titik terendah (high and low Point method)


Metode ini bersifat kuantitatif, dengan berdasarkan tingkat biaya (budget) pada tingkat kegiatan yang tertinggi dan terrendah kemudian menginterpolasikan kedua tingkat biaya pada kedua tingkat kegiatan .

G. Metode Korelasi (correlation method)


Metode ini digunakan dengan melihat hubungan antara biaya dengan tingkat kegiatan (output) dimasa lalu.

H. Metode grafis


Metode ini untuk menunjukkan bagaimana hubungan antara tingkat biaya dengan tingkat kegiatan secara visual dengan digambarkan garis trendnya sehingga akan tampak gambar perpotongan dengan sumbu vertikal sebagai biaya tetap dan slopenya sebagai biaya variabel perunit.

I. Metode matematis (Mathematical method)

Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Y= Variabel dependen yang menunjukkan jumlah biaya
a = Nialai kontan yang menunjukkan komponen biaya tetap
b = Slope garis trend yang menunjukkan komponen (tarif) biaya variabel
X= Independen variabel yang menunjukkan output atau kegiatan

Keempat metode ini dipergunakan untuk memisahkan unsur biaya tetap dan biaya variabel, dengan mempergunakan data dimasa lalu, semua metode tersebut diatas memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga bisa saja menggunakan tiga metode sekaligus suppaya saling melengkapi.

J. Kegunaan variabel budget:


1. Menyajikan jumlah anggaran pengeluaran yang diseuaikan dengan aktivitas sesungguhnta dibandingkan dengan pengeluaran sesungguhnya
2. Mempermudah penyusunan anggaran biaya departemental untuk dimasukkan kedalam profit plan
3. Menetapkan tingkat biaya bagi manajer pusat pertanggungjawaban selama profit plan

K. Metode penyajian variabel Budget:


Anggaran variabel yang disusun untuk periode yang akan datang dapat disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu anggaran variabel dalam bentuk formula, bentuk tabel dan bentuk grafik. Dalam setiap anggaran yang disajikan akan menunjukkan bagian atau departemen mana yang menyusun anggaran variabel tersebut dan dasar aktivitas apa yang digunakan. Bagian produksi menyusun anggaran variabel dengan dasar aktivitas unit produksi, bagian pemasaran menyusun anggaran variabel dengan dasar aktivitas unit penjualan, bagian penyediaan tenaga listrik menyusun anggaran variabel dengan dasar aktivitas KWH, bagian pemeliharaan menyusun anggaran variabel atas dasar aktivitas JKL dan lain sebagainya.

Selain dasar aktivitas yang digunakan, penyusunan anggaran variabel harus didasarkan pada relevant range tertentu. Relevant range merupakan interval batas berlakunya anggaran variabel tersebut. Misalnya anggaran variabel departemen produksi disusun dengan relevant range : 5.000 – 6.000 unit, maka anggaran biaya produksi yang disusun didasarkan pada produksi terendah sebesar 5.000 unit dan produksi tertinggi sebesar 6.000 unit. Sepanjang produksinya antara 5.000 unit sampai 6.000 unit anggaran biaya produksinya dapat ditentukan dengan anggaran variabel tersebut. Bila produksinya melebihi dari 6.000 unit atau kurang dari 5.000 unit, maka anggaran variabel tersebut harus disesuaikan lebih dahulu sebelum dipakai untuk menyusun anggaran.

1. Bentuk Formula

Anggaran variabel dalam bentuk formula merupakan anggaran variabel yang menunjukkan unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel pada setiap biaya yang direncanakan.

Berikut ini adalah contoh anggaran variabel yang disusun oleh bagian produksi PT ABC pada tahun 2017 dengan relevan range 5.000 – 6.000 unit.

Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Dalam anggaran variabel tersebut biaya produksi tahun 2017 diperkirakan sebagai berikut :
*Biaya tetap per tahun sebesar Rp 7.500,00
*Biaya variabel per unit sebesar Rp 10.000,00
*Bila produksi tahun 2002 sebesar 5.000 unit maka biaya produksinya sebesar:
Y = 7.500.000 + 10.000 (5.000)
= 57.500.000

2. Bentuk Tabel

Anggaran variabel dalam bentuk tabel merupakan anggaran yang menyajikan anggaran biaya pada berbagai tingkat aktivitas pada relevant range tertentu. Berbeda dengan bentuk formula, dalam bentuk tabel setiap biaya disajikan secara total, tanpa menunjukkan unsur biaya tetap dan biaya variabelnya.

Untuk memberikan gambaran bagaimana menyusun anggaran variabel dalam, bentuk tabel kita akan gunakan contoh di depan. Misalnya anggaran produksi tahun 2007 disusun pada alternatif 5.000 unit, 5.200 unit, 5.400 unit, 5.600 unit, 5.800 unit dan 6.000 unit.

Dalam tabel di atas terlihat bahwa setiap jenis biaya tersaji total pada tingkat produksi tertentu, misalnya pada tingkat produksi 5.000 unit masing-masing biaya dihitung sebagai berikut:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan

3. Bentuk Grafik

Dalam bentuk grafik anggaran variabel akan disajikan dalam grafik dua sumbu, sumbu vertikal dan sumbu horizontal. Sumbu vertikal menunjukkan biaya dan sumbu horizontal menunjukkan aktivitas. Dari bentuk formula dan tabel telah diketahui biaya tetap per tahun sebesar Rp 7.500,000,00 dan biaya produksi total pada tingkat produksi 5.000 unit sebesar Rp 57.500.000,00 tingkat produksi 5.200 unit sebesar Rp 59.500.000,00 dan seterusnya.

Anggaran Variabel Tahun 2007
Relevan Range 5.000 – 6.000 Unit
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan


contoh 1

Berikut ini biaya yang telah dikeluarkan selama semester 2 tahun 2006
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Diminta :
1) Menentukan berapa unsur biaya tetap dan biaya variabel dari biaya pemeliharaan tersebut dengan metode titik tertinggi dan terendah.
2) Berapa biaya pemeliharaan semester I tahun 2007 bila anggaran produksi sebesar 6.000 unit.

Jawab :
1) Menentukan besarnya unsur biaya tetap dan biaya variabel dari sebuah biaya semivariabel:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Besarnya biaya tetap ditentukan sebagai berikut :
Biaya pemeliharaan pada produksi 1.000 unit = Rp 1.000.000,00
Biaya variabel = 1.000 x 900 = Rp 900.000,00
Biaya tetap = Rp 100.000,00

atau

Biaya pemeliharaan pada produksi 2.000 unit = Rp 1.900.000,00
Biaya variabel = 2.000 x 900 = Rp 1.800.000,00
Biaya tetap = Rp 100.000,00

Sehingga formula biaya pemeliharaan tersebut adalah :
Y = 100.000 + 900X

2) Besarnya biaya pemeliharaan pada semester I tahun 2007 bila produksi sebesar 6.000 unit.
Y = 100.000 (6) + 900 (6.000) = Rp 1.140.000

Catatan:
Biaya tetap dikalikan 6 karena untuk 6 bulan (1 semester)

Contoh 2


Biaya produksi pada bulan Pebruari 2007 sebesar Rp 2.500.000,00 pada waktu itu produksi mencapai 1.000 unit. Karena suatu hal pada bulan Maret 2007 perusahaan tidak berproduksi, tetapi tetap ada pengeluaran sebesar Rp 500.000,00. Pada bulan April 2007 rencananya akan memproduksi sebesar 1.250 unit. Berapa besarnya biaya produksi pada bulan April 2007 ?

Jawab:
Biaya produksi untuk 1.000 unit = Rp 2.500.000,00
Biaya produksi untuk 0 unit = Rp 500.000,00
Biaya variabel : 1.000 unit = Rp 2.000.000,00
Biaya variabel/unit: Rp 2.000.000 / 1.000 = Rp 2.000

Sehingga formula biaya tersebut adalah :
Y = 500.000 + 2.000 (1.250) = Rp 3.000.000,00

Penjelasan:
Biaya yang tetap dikeluarkan walaupun perusahaan tidak memproduksi (produksi nol unit) merupakan biaya tetap, yaitu sebesar Rp 5.000.000,00 per bulan.
Besarnya biaya produksi bulan September 2001 bila produksi 1.250 unit =
Y = 500.000 + 2.000 (1.250) = Rp 3.000.000,00

Contoh 3


Data berikut ini adalah perkiraan penjualan pada tahun 2007 untuk tingkat penjualan 10000 sebulan (minimum) dan 30.000(maksimum)

Biaya penjualan pada berbagai tingkat penjualan:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Perusahaan menggunakan salesman 10 orang , dari data diatas
a. Identifikasilah biaya tersebut termasuk biaya tetap, variabel atau semi variabel
b. Buatlah variabel budget untuk biaya penjualan dalam bentuk formula
c. Berapakah biaya penjualan untuk bulan Juni dengan rencana penjualan sebesar 25.000 unit , dan berapakah biaya masing-masing
d. Berapakah biaya penjualan setahhun jika target penjualan tahun 2007, 300.000 unit
e. Pendapatan rata-rata salesman per orang untuk bulan Juni, Jika salesman memperoleh gaji dan bonus

Jawaban:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
*Biaya lain-lain termasuk dalam biaya semi variable, sehingga harus dipisahkan dulu biaya tetap dan biaya variabelnya, misalnya menggunakan titik tertinggi dan terendah

Biaya lain-lain:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
a. Biaya tetap
Total biaya pada 30.000 unit = 2.000.000
Biaya variabel 50 x 30.000 = 1.500.000
Biaya tetap = 500.000
b. Biaya penjualan bulan Juni
1.500.000 + 150 x 25000 = 5.250.000
Biaya gaji = 1.000.000 (+)
Bonus penjualan = 25.000 x 100 = 2.500.000 (+)
Biaya lain-lain (tetap) = 500.000 (+)
Biaya lain-lain (variabel) = 25.000 x 50 = 1.250.000 (+)
Total = 5.250.000
c. Biaya penjualan tahun 2007
1.500.000 (12) + 150 (300.000) = 63.000.000
d. Pendapatan salesman
Gaji 1.000.000
Bonus penjualan 100 x 25.000 2.500.000
Total 3.500.000
Total pendapatan/jumlah salesman = 3.500.000/10 = 350.000 per orang

Contoh 4


Anggaran biaya pemasaran PT ABC terdiri dari beberapa jenis biaya sebagai berikut:
1. Biaya untuk promosi dengan memasang iklan diharian Gempita 2 (dua) kali setiap bulan dengan ukuran 15 cm x 4 kolom, tarif pemasangan iklan diharian tersebut; Rp 8000 per mm/kolom
2. Biaya salesman setiap bulannya terdiri dari :
Gaji untuk 10 orang besarnya Rp 150.000 per orang. Setiap salesman diberi komisi sebesar Rp 25.000 untuk setiap unit produk yang laku dijual
3. Biaya angkut barang dari pabrik ketempat pembeli rata-rata Rp 5.000 setiap unit
4. Biaya lain-lainnya tampak pada gambar diagram dibawah ini:

Biaya (juataan Rp)
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
diminta:
a. Susunlah variabel budget pemasaran keseluruhan dalam bentuk rumus Y = a + b X
b. Menghitung anggaran biaya pemasaran bulan April 2007 bila jumlah produk yang akan terjual 1600 unit
c. Berapa masing-masing jenis biaya pemasaran tersebut pada bulan April 2007

Jawab:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan

Contoh 5


Perusahaan ABC akan menyusun anggaran rugi laba untuk tahun 2007, berikut ini ada data yang tersedia untuk membuat proyeksi rugi laba perusahaan
a. Anggaran produksi telah ditetapkan 21.000 unit
b. Standar pemakaian bahan baku setiap unit barang jadi adalah 4 kg , harga beli bahan baku per kg Rp 250
c. Standar penggunaan jam kerja untuk satu unit barang jadi 1,5 JKL, tarif perjam TKL Rp 400
d. BOP terdiri dari biaya tetap, biaya variabel maupun biaya semivariabel, dan dari pengalaman tahun 1999 yang lalu , didapatkan data sebagai berikut:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
e. Biaya penjualan ditaksir Rp 2.100.000
f. Biaya administrasi dan umum Rp 1.700.000
g. Harga jual ditetapkan Rp 2500
h. Pajak rata-rata 25%

diminta anggaran biaya variabel untuk BOP dalam bentuk formula.
Proyeksi rugi laba tahun 2007, bila pola produksi yang ditetapkan bergelombang

Jawab:
a. Membuat anggaran biaya variabel

Bahan penolong:
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan
Biaya variabel / unit = 7.500.000 / 10.000 = Rp 75

Total biaya pada 25.000 unit = Rp 3.375.000
Biaya variabel pada 25.000 x 75 = Rp 1.875.000
Biaya tetap = Rp 1.500.000

Biaya reparasi

Produksi
Biaya
Titik tertinggi
25.000
1.375.000
Titik terendah
15.000
1.125.000
Selisih
10.000
   250.000

Biaya variabel / unit = 250.000 / 10.000 = Rp 25
Total biaya pada 25.000 unit Rp 1.375.000
Biaya variabel pada 25.000 x 75 Rp 625.000
Biaya tetap Rp 750.000

b. Membuat proyeksi rugi laba
Penganggaran Budget Variabel Perusahaan

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?