Arti 99 Asma'ul Husna! Begini Cara Meneladani Maknanya


Dalam menauladani sifat Allah merupakan sesuatu yang wajib. Sifat Allah tersebut dapat menjadi, nilai dan keyakinan kita. Sifat – Sifat Allah sebenarnya telah tergambarkan dalam Asmaul Husna. Asma Allah yang memuliakan sifat keagungan Allah ini, semestinya tidak hanya di hafal, atau di ucapkan secara lisan saja, tetapi dijadikan sebagai upaya untuk membangun komitmen menauladani sifat tersebut.

Manusia memang tidak akan pernah bisa menyamai sifat–sifat Allah tersebut, tapi setidaknya dapat menjadi sumber nilai yang memotivasi untuk berekspresi, berprestasi dan meningkatkan harkat dan martabat menuju kesempurnaan hidup.
Arti 99 Asmaul Husna Beserta Cara Meneladaninya
Download Gambar
Berikut adalah cara menauladani sifat allah, berdasarkan pemahaman Asma’ul Husna:
1. Ar-rahman. Saya ingin menjadi seseorang yang bersifat pengasih kepada sesama umat manusia.
2. Ar-Rahim. Saya ingin menjadi seseorang yang bersifat penyayang hanya kepada orang – orang yang mau berjuang di jalan Allah.
3. Al-maalik. Saya ingin menguasai diri agar tidak di kuasai oleh orang lain.
4. Al-quddus. Saya ingin suci dalam berfikir dan bertindak, tidak hanya di dorong oleh nafsu kotor.
5. As-salam. Saya ingin hidup sejahtera lahir dan batin.
6. Al-mu’min. Saya ingin di percaya orang lain.
7. Al-muhaimin. Saya ingin selalu memelihara dan merawat diri saya dan segala aspek kehidupan ini termasuk sumber daya alam ini.
8. Al-aziz. Saya ingin selalu gagah dan terhormat di mata orang lain.
9. Al-jabbar. Saya ingin menjadi orang yang perkasa, tidak lemah.
10. Al-mutakabbir. Saya ingin memiliki kebesaran hati dan jiwa.
11. Al-khooliq. Saya ingin selalu mencipta/berkreasi untuk kemenangan diri.
12. Al-baari’. Saya ingin merencanakan dan punya cita-cita secara jelas.
13. Al-mushowwir. Saya ingin selalu melukis, mendesain dan mewujudkan impian saya.
14. Al-ghoffar. Saya ingin selalu mengampuni orang lain walaupun salah kepada saya.
15. Al-qohhar. Saya ingin memiliki kekuatan untuk menopang kebaikan hidup.
16. Al-wahhab. Saya ingin selalu menjadi orang yang suka memberi, dan tidak suka menerima.
17. Ar-rozzaq. Saya ingin selalu memberi dari apa yang saya mampu lakukan.
18. Al-fattaah. Saya ingin selalu membuka hati orang lain, perintis dan pelopor orang lain.
19. Al-‘aliim. Saya ingin selalu belajar dan berilmu, baik ilmu agama maupun ilmu keduniaan.
20. Al-qoobidi. Saya ingin mengendalikan diri saya untuk sesuatu.

21. Al-baasith. Saya ingin selalu melapangkan jalan bagi orang lain.
22. Al-khoofidi. Saya merendah demi kebaikan.
23. Ar-roofi. Saya ingin selalu mengangkat demi keadilan.
24. Al-mu’izz. Saya selalu ingin menjernihkan suasana, bukan membuat keruh.
25. Al-mudzill. Saya ingin selalu merendahkan orang yang jahat demi keadilan.
26. As-saami’. Saya ingin selalu mendengarkan dan memahami orang lain.
27. Al- baashir. Saya ingin selalu melihat dan memperhatikan orang lain.
28. Al-hakam. Saya ingin selalu mengendalikan dan melakukan kontrol dengan baik.
29. Al-‘adl. Saya ingin selalu bersikap adil kepada siapapun.
30. Al-lathif. Saya ingin selalu bersikap halus kepada orang dan merasakan perasaan orang lain.
31. Al-koobir. Saya ingin selalu berhati-hati dalam semua aspek.
32. Al-haliim. Saya ingin selalu menjadi orang yang penyantun dan lembut hati.
33. Al-‘adhiim. Saya ingin bersifat agung.
34. Al-ghofuur. Saya ingin selalu menjadi pemaaf.
35. Asy-syukuur. Saya ingin selalu berterimakasih kepada orang lain yang berbuat baik.
36. Al-‘allyy. Saya ingin menjadi orang yang bermartabat tinggi.
37. Al-kabiir. Saya ingin memiliki kesabaran.
38. Al-hafiidh. Saya ingin selalu menjaga dan memelihara.
39. Al-muqiit. Saya ingin selalu memperhatikan dan merasakan pengaduan orang lain.
40. Al-hasiib. Saya ingin selalu teliti dan cermat dalan segala hal.

41. Al-jaliil. Saya ingin selalu memiliki pribadi luhur.
42. Al-kariim. Saya ingin selalu dermawan
43. Ar-roqiib. Saya ingin selalu mengawasi dan memantau.
44. Al-mujib. Saya ingin selalu memperhatikan keinginan orang lain.
45. Al-Waasi’. Saya ingin memiliki wawasan yang luas.
46. Al-hakiim. Saya ingin selalu bersikap bijaksana.
47. Al-waduud. Saya ingin selalu bersikap simpatik dan menyiram kesejukan.
48. Al-majiid. Saya inign selalu bersifat bajik kepada orang lain.
49. Al-baa’its. Saya ingin selalu membangkitkan motivasi orang lain.
50. Asy-syahiid. Saya ingin menyaksikan sendiri segala sesuatu.
51. Al-haaq. Saya ingin selalu membela yang benar.
52. Al-wakil. Saya ingin dipercaya apabila memiliki amanat.
53. Al-Qowiyy. Saya ingin memiliki kekuatan dan semangat yang tinggi.
54. Al-matiin. Saya ingin selalu bersikap teguh hati.
55. Al-waliyy. Saya ingin selalu melindungi diri yang lemah.
56. Al-hamiid. Saya ingin selalu bersikap terpuji.
57. Al-muhsiy. Saya ingin selalu memperhatikan semua fakto dan semua sektor.
58. Al-mubdi. Saya ingin selalu memulai terlebih dahulu dalam berkreasi.
59. Al-mu’iid. Saya ingin mengembalikan sesuatu ke posisi semula demi keadilan.
60. Al-muhyi. Saya ingin selalu menghidupkan semangat orang lain.

61. Al-mumiit. Saya ingin mematikan pikiran jahat orang lain.
62. Al-hayy. Saya ingin sering memberi kehidupan kepada orang lain.
63. Al-qoyyuum. Saya ingin selalu bersikap tegar dan mandiri.
64. Al-waajid. Saya ingin melakukan sesuatu yang baru.
65. Al-maajid. Saya ingin bersifat mulia.
66. Al-wahiid. Saya ingin selalu menjadi orang no.1 di lingkungan saya.
67. Al-ahad. Saya ingin menyatukan segala hal.
68. Ash-shomad. Saya ingin selalu dibutuhkan orang lain.
69. Al-qodir. Saya ingin memiliki kemampuan memadai.
70. Al-mutaqdir. Saya ingin selalu membina orang lain, agar memiliki kemampuan.
71. Al-muqoddim. Saya ingin mendahulukan sesuatu demi kebenaran.
72. Al-mu’akkhir. Saya ingin mangakhiri dan menghentikan sesuatu demi keadilan.
73. Al-awwal. Saya ingin selalu menjadi orang yang pertama.
74. Al-aakhir. Saya ingin selalu menjadi orang terakhir.
75. Adh-Dhohir. Saya ingin selalu memiliki integritas nyata,
76. Al-bathin. Saya ingin selalu memperhatikan kondisi batiniah diri sendiri dan orang lain.
77. Al-waaliy. Saya ingin mendidik dan memberikan perlindungan kepada orang lain.
78. Al-muta’aliy. Saya ingin memiliki ketinggian pribadi.
79. Al-barr. Saya ingin selalu jauh dari keburukan.
80. At-tawwaab. Saya ingin selalu mau menerima kesalahan orang lain.

81. Al-muntaqim. Saya ingin memperingatkan orang yang salah/keliru demi kebaikan.
82. Al-‘afuww. Saya ingin bersifat pemaaf.
83. Ar-ro’uuf. Saya ingin bersifat pengasih kepada yang menderita.
84. Maalikul mulk. Saya ingin berhasil.
85. Dzul jalaali wal ikroom. Saya ingin selalu agung, mulia dan terhormat.
86. Al-muqsith. Saya ingin adil dalam menghukum.
87. Al-jaami. Saya ingin selalu berkolaborasi dan bersatu.
88. Al-ghoniyy. Saya ingin kaya lahir dan batin.
89. Al-mughniy. Saya ingin memajukan orang lain.
90. Al-maani. Saya ingin selalu mencegah sesuatu yang buruk.
91. Adh-Dhaarr. Saya ingin selalu mencegah sesuatu yang buruk.
92. An-naafi’. Saya ingin memberi manfaat kepada orang lain.
93. An-nuur. Saya ingin berilmu dan mulia.
94. Al-haadi. Saya ingin selalu menjadi orang yang suka membimbing.
95. Al-badii’. Saya ingin selalu tampak indah dan menciptakan keindahan.
96. Al-baaqi’. Saya ingin memiliki segala sesuatu secara jangka panjang.
97. Al-waarits. Saya ingin mewarisi dan mendelegasikan.
98. Ar-rosyiid. Saya ingin selalu pandai dan cerdas.
99. Ash-shobuur. Saya ingin menjadi penyabar dan tidak tergesa-gesa.

Dari 99 Asma’ul husna di atas, kita dapat mengelompokkan menjadi tiga bagian:
1. sifat-sifat mana saja yang sudah menjadi sifat kita,
2. sifat yang sudah kita usahakan untuk dimiliki,
3. sifat yang masih bertolak belakang dengan sifat dan perilaku kita.

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?