4 Proses Dalam Menjalankan Manajemen Strategis


Keberhasilan sebuah sebuah perusahaan dalam mencapai tujuan yaitu mendapatkan keuntungan atau laba, tergantung pada strategi yang dijalankan perusahaan itu sendiri. Strategi merupakan suatu hal yang harus ditetapkan dan dijalankan oleh perusahaan. Setelah membandingkan antara planning awal dengan hasil kinerja perusahaan, lakukan evaluasi dan lakukan perubahan jika diperlukan. Apabila antara planning dengan hasil sesuai, maka teruskan. Jika tidak sesuai maka lakukan lagi pengamatan lingkungan, lalu lakukan revisi. Proses manajemen strategis secara garis besar meliputi 4 hal, yaitu:
4 Proses Dalam Menjalankan Manajemen Strategis

1. Pengamatan lingkungan,

Pengamatan lingkungan ini didasarkan pada faktor-faktor strategi yang sering disebut dengan S.w.o.t, yang merupakan singkatan dari strenghts (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities ( peluang), threats (ancaman). Pengalamatan lingkungan secara garis besarnya, terdiri dari 2 jenis analisis yang harus dilakukan yaitu:

a. Analisis lingkungan eksternal

yaitu analisis lingkungan diluar perusahaan, dengan cara mengamati kesempatan dan ancaman yang ada diluar perusahaan. Analisis lingkungan eksternal terdiri dari variabel-variabel yang berada diluar lingkungan perusahaan yang berupa peluang dan ancaman bagi perusahaan. Variabel-variabel tersebut membentuk keadaan dalam organisasi dimana organisasi tersebut berdiri. Lingkungan eksternal terbagi menjadi dua bagian yaitu:
Pertama, Lingkungan kerja
Terdiri dari elemen-elemen yang langsung berpengaruh dan dipengaruhi oleh operasi-operasi utama perusahaan. Beberapa elemen-elemen tersebut adalah pemegang saham, pemerintah, pemasok,komunitas lokal, pesaing,pelanggan,kreditur,buruh,kelompok kepentingan khusus dan asosiasi perdagangan. Lingkungan kerja atau lingukungan tugas perusahaan disebut dengan industri.
Kedua, Lingkungan sosial
Terdiri dari kekuatan umum, dimana kekuatan ini tidak berpengaruh langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek perusahaan, namun seringkali berpengaruh pada keputusan-keputusan jangka panjang perusahaan. Lingkungan sosial meliputi, kekuatan ekonomi, sosiokultural, teknologi, dan politik-hukum yang berlaku.

b. Analisis lingkungan internal

Yaitu analisis lingkungan didalam perusahaan itu sendiri, dengan cara melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan itu sendiri. Analisis lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel yang berada didalam perusahaan itu sendiri yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Variabel ini membentuk suasana dimana pekerjaan dilakukan. Variabel-variabel itu meliputi:
Struktur
Adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja. Struktur ini sering disebut rantai perintah dan gambaran secara grafis dengan menggunakan bagan organisasi.
Budaya
Pola keyakinan, pengharapan dan nilai-nilai yang dibagikan kepada anggota perusahaan. Norma haruslah memunculkan dan mendefenisikan perilaku yang dapat diterima oleh seluruh anggota perusahaan.
Sumber daya
Aset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang atau jasa perusahaan. Aset itu berupa sumber daya alam, sumber daya manusia. Tujuan utama dari strategi perusahaan adalah memadukan variabel-variabel internal perusahaan untuk memberikan kompetensi yang unik, yang dapat menjadikan perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif secara terus-menerus, sehingga mencetak laba yang besar.

Sesuai dengan langkah-langkah dalam membuat manajemen strategi, Pengamatan lingkungan adalah tugas pertama yang harus dilakukan oleh perusahaan, karena sangat penting dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan suatu perusahan. Setelah melakukan pengamatan lingkungan, barulah selanjutnya merumuskan strategi jangka panjang atau jangka pendek yang akan dijalankan perusahaan.

2. Perumusan strategi

Setelah kita melakukan pengamatan lingkungan, kita harus mengevaluasi interaksinya dan menentukan misi perusahan berdasarkan pada analisis pengamatan yang kita lakukan. Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang perusahaan yang didasarkan pada pengamatan lingkungan yang bertolak ukur pada faktor-faktor strategi. Perumusan strategi pada dasarnya dibagi menjadi 3 bagian:
Menetapkan misi
Misi adalah tujuan atau alasan mengapa perusahaan itu berdiri. Misi, berupa tujuan mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Misi, mengidentifikasi jangkauan operasi perusahaa dengan produk yang ditawarkan dan pasar yang dilayani. Misi, mengembangkan harapan pada karyawan dan mengkomunikasikan pandangan elemen yang bersangkutan yang telah dijelaskan pada lingkungan kerja perusahaan.
Misi terdiri dari dua jenis yaitu misi yang tidak tertulis dan misi yang tertulis. Berdasarkan penelitiannya misi yang tertulis lebih efektif dari pada misi yang tidak dituliskan secara nyata. Berdasarkan jangkauannya misi juga dibagi menjadi dua bagian yaitu misi sempit dan misi luas.
Tujuan
Tujuan adalah Hasil akhir aktivitas perencanaan. Pencapaian tujuan perusahaan merupakan hasil dari penyelesaian misi. Perusahaan harus menetapkan tujuan secara jelas, seperti:
Laba bersih yang harus dicapai
Biaya yang akan digunakan
Pertumbuhan yang diharapkan
Sumber daya yang diharapkan
Upah atau gaji pekerja
Pangsa pasar
Inovasi dan kreatifitas
Dlln
Strategi
Strategi merupakan rumusan perencanaan kompherensif tentang bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuan perusahaan. Strategi akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing. Strategi terbagi dua yaitu strategi eksplisit yaitu strategi yang dapat diperdebatkan, strategi implisit yaitu strategi yang tidak dapat diperdebatkan.
Kebijakan
Kebijakan adalah Pedoman luas untuk pengambilan keputusan perusahaan secara keseluruhan. Sementara pedoman luas yang menghubungkan perumusan strategi dan implementasi. Kebijakan perusahaan merupakan pedoman luas untuk divisi guna mengikuti strategi perusahaan. Kebijakan tersebut diinterpretasikan dan diimplementasikan melalui strategi dan tujuan divisi masing-masing. Kemudian divisi-divisi mengembangkan kebijakan sendiri-sendiri, yang akan menjadi pedoman bagi wilayah fungsionalnya yang akan diikuti.

3. Implementasi strategi

Jika planning atau perencanaan yang sudah kita buat tidak dijalankan, tidak akan ada gunanya planning tersebut. Implementasi strategi adalah proses mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan nyata, melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Oleh karena itu wujudkanlah planing tersebut kedalam wujud nyata sesua dengan yang telah ditetapkan di awal. Setelah melakukan perumusan strategi terhadap perusahaan, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya kedalam wujud nyata. Apa yang dimaksud implementasi strategi dalam dunia bisnis?

Proses tersebut meliputi perubahan budaya secara menyeluruh , struktur dan sistem manajemen dari perusahaan secara keseluruhan. Kecuali jika diperlukan perubahan secara drastis pada perusahaan. Tindakan implementasi meliputi hal-hal sebagai berikut:
Program
Program adalah pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai. Program dapat melibatkan restrukturisi perusahaan, perubahan budaya internal perusahaan, atau awal suatu usaha penelitian.
Implementasi mungkin juga meliputi serangkaian program periklanan dan promosi untuk mendorong agar pelanggan berminat terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
Anggaran
Anggaran adalah program yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang, setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat digunakan oleh manajer perusahaan untuk perencanaan dan pengendalian. Anggaran tidak hanya memberikan perencanaan rinci dari strategi baru dalam tindakan, tetapi juga menentukan performa yang menunjukan pengaruh yang diharapkan dari kondisi keuangan perusahaan.
Prosedur
Sering juga disebut dengan SOP atau standart operating procedures. Prosedur adalah langkah-langkah yang berurutan yang menggambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas di selesaikan. Prosedur secara khusus merinci berbagai aktivitas yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan program-program perusahaan. Selain itu prosedur juga merinci mengenai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan laba.

4. Evaluasi dan pengendalian

Setelah mengimplementasikan planning perusahaan kedalam wujud nyata, dalam selang waktu yang telah ditetapkan lakukanlah evaluasi untuk menilai pengendalian aktivitas perusahaan tersebut sudah tepat sasaran atau tidak. Evaluasi dan pengendalian adalah proses yang melalui aktivitas-aktivitas perusahaan, serta hasil kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan. Semua level yang ada diperusahaan menggunakan informasi hasil kerja tersebut untuk melakukan perbaikan tindakan dan memecahkan masalah.Evaluasi juga dapat menunjukan secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk dimulai kembali.

Agar mendapatkan pengendalian yang efektif, semua golongan anggota dalam perusahaan harus memberikan umpan balik secara benar kepada manajer puncak. sehingga dengan umpan balik tersebut, manajer puncak dapat membandingkan apa yang sesungguhnya terjadi dengan apa yang sesungguhnya direncanakan dalam tingkat perumusan. Berdasarkan evaluasi kinerja, perusahaan mungkin akan melakukan penyesuaian terhadap perumusan strategi atau implementasikan, atau mungkin juga keduanya.

Pemerikasaan perusahaan setelah dilakukan evaluasi dan pengendalian adalah seperti berikut:
Apakah sistem saat ini sudah cukup baik untuk memenuhi umpan balik mengenai implementasi aktivitas dan kinerja?
Apakah informasi tepat pada waktunya?
Apakah pengendalian dilakukan dengan baik?
Apakah perusahaan sudah menggunakan standar dan ukuran yang tepat?
Apakah sistem penghargaan mampu menghargai kinerja yang baik?
Evaluasi yang dilakukan harus terkait dengan kualitas, kuantitas, dan penetapan waktu serta harus diperiksa secara objektif. Dan biasanya pengaruh sampingan negatif dalam evaluasi adalah kecenderungan terhadap orientasi jangka pendek dan perubahan tujuan. Maka sistem pengendalian haruslah dipantau untuk menimimalisir pengaruh-pengaruh sampingan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar dapat menarik kesimpulan yang tepat.

Sebuah evaluasi dan pengendalian yang baik harus mampu melengkapi kesimpulan yang ditunjukan dengan model manajemen strategis. Sistem tersebut harus memberikan umpan balik yang penting. Faktor-faktor yang penting penentu keberhasilan akan menentukan informasi apa saja yang perlu dikumpulkan bagi setiap unit bisnis sebagai bagian dari sitem informasi strategis. Sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat untuk keberlanjutan hidup perusahaan pada masa selanjutnya.

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?