Sifat-Sifat Kontradiktif Orang-Orang Kreatif


Sifat-Sifat Kontradiktif Orang-Orang Kreatif
image: Pexels.com

Orang kreatif dalam bisnis adalah mereka yang unggul dalam pekerjaan, mendirikan usaha baru, menemukan, merancang dan memproduksi berbagai produk. Umumnya, orang kreatif tersebut memiliki kehidupan sosial yang mengasikkan dan meransang, berinteraksi dengan orang banyak serta menjelajahi berbagai tempat menawan. Seiring dengan hal itu, mereka mulai menyadari bahwa kreativitas mendapatkan peran penting dalam meraih kebahagian pribadi dan keunggulan profesional. Dengan demikian banyak diantara mereka yang terus-menerus belajar dan berbuat.

Kreativitas adalah salah satu aspek yang penting dan dibutuhkan untuk bertahan dalam dunia bisnis yang amat ketat persaingannya. Tidak hanya bertahan, namun kreativitas juga dibutuhkan untuk berkembang. Hal itu menuntut pengusaha untuk belajar, sebagai proses memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap. Kemampuan orang untuk belajar itulah ciri penting yang membedakannya dari orang lain.

Sifat-sifat kontradiktif orang-orang kreatif:

1. Orang kreatif memiliki tingkat energi yang lebih tinggi, tetapi mereka juga membutuhkan waktu lama untuk beristirahat.

2. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka. Dimata orang luar, mereka menjadi terlihat seperti orang termalas di dunia.

3. Orang-orang kreatif merupakan orang yang cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berpikir ala orang bodoh dalam memandang persoalan. Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian (cara berpikir yang benar), mereka memulai pemecahan masalah dengan berpikir divergen. Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.

4. Orang-orang kreatif adalah orang yang payful, tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan. Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacama super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria. Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan “mainan” tersebut.

5. Pikiran orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tidak lupa untuk tetap kembali ke realitas. Mereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh miliyaran orang, tapi yang membut mereka bukan sekedar bermimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmati.

6. Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert. Pada kebanyakan orang, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi setara pada orang-orang kreatif. Mereka menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.

7. Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. Mereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan imajinasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. mereka juga fokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak begitu berarti bagi mereka.

8. Orang-orang kreatif adalah androgini: mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender mereka. laki-laki kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibandingkan laki-laki yang tidak begitu kreatif. Sementara perempuan kreatif juga lebih dominan dan “keras” dibandingkan perempuan pada umumnya.

9. Orang-orang kreatif adalah “pemberontak”, tetapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama. Tentu suit menyelamatkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tetapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada. Ada unsur “perbaikan” atau “peningkatan” yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerobosnya.

10. Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan. Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tetapi juga membuat mereka sering gelisah bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa.

Artikel Terbaru: