Pengembangan Operasi Bisnis Berbasis Teknologi (Komputerisasi)


Pengembangan Operasi Bisnis Berbasis Teknologi (Komputerisasi)


Operasi merupakan transformasi input menjadi output sehingga menciptakan nilai tambah dan manfaat baru. Operasi bisnis pada awalnya seringkali dijalankan secara konvensional dan tradisional. Proses perubahan input menjadi output dilakukan dengan proses sederhana sehingga produksinya kurang konsisten. Sebagai contoh: proses pembuatan bakso awalnya diproses secara konvensional dengan menggunakan tangan manusia. Proses ini membutuhkan waktu yang relatif lama dan hasil yang tidak seragam terutama dalam bentuk dan ukuran bakso. Meningkatnya jumlah permintaan bakso akan menuntut pengusaha menggunakan teknologi seperti mesin pembuat bakso. Output bakso menjadi lebih seragam dalam bentuk dan ukurannya bisa ditentukan serta waktu proses menjadi output tersebut menjadi lebih cepat.

Teknologi sangat dibutuhkan dalam pengembangan operasi bisnis untuk mendukung keputusan-keputusan operasi. Berikut ini akan diuraikan pengembangan keputusan operasi yang berbasis teknologi.

1. Disain Produk dan Jasa

Operasi bisnis perlu membuat keputusan mengenai produk dan jasa apa yang ditawarkan kepada konsumen serta bagaimana perusahaan merancang produk tersebut. Disain produk atau jasa dibuat dengan menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan serta selera konsumen. Disain produk yang dibuat hendaknya menarik bagi konsumen dan efektif dari segi biaya. Fleksibilitas dan inovasi secara terus-menerus perlu dilakukan oleh fungsi operasi agar dapat memberikan disain produk yang menarik, dengan harga yang kompetitif karena biaya yang rendah.

Teknologi sangat dibutuhkan dalam pengembangan disain produk. Berbagai alat produksi saat ini berkembangan sangat cepat untuk mendukung disain produk dan jasa baik pada perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa. Sebagai contoh dalam bisnis fotografi awalnya menggunakan alat tradisional sekarang berkembang menggunakan teknologi komputerisasi yang canggih. Pengembangan teknologi fotografi dimulai dengan pengembangan teknologi dalam kameranya, sampai proses percetakan yang memakan waktu sangat singkat dan hasil yang lebih memuaskan. Bahkan edit foto juga menjadi lebih mudah dilakukan mengikuti selera pelanggan. Dengan bantuan teknologi dan software komputer, foto bisa didesain menjadi lebih bersih, wajah lebih halus, bahkan menjadi lebih muda. Aplikasi smartphone, seperti android lewat playstore juga menawarkan berbagai teknologi yang memudahkan dalam mendesain foto dan sebagainya. Kita bisa memberikan contoh bagai pengembangan operasi menggunakan teknologi dalam mendesain produk dan jasa seperti pada desain kendaraan, pakaian, batik, rumah, percetakan, salon, bengkel, dan masih banyak lagi yang berbasis teknologi.

2. Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas dimulai dari input, proses data serta outputnya. Pengawasan kualitas awalnya dilakukan secara konvensional dapat dikembangkan menjadi modern dengan dukungan teknologi. Contoh: untuk memperoleh kualitas produk beras dimuuali dari kualitas gabahnya dan proses penggilingannya. Beras yang baik adalah yang memiliki kadar kekeringan tertentu. Pengecekan kadar air pada gabah menggunakan alat tertentu.

3. Manajemen Proses dan Kapasitas

Perencanaan kapasitas mencakup seberapa banyak produksi harus dilakukan oleh perusahaan, seberapa kemampuan perusahaan memproduksi produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Teknologi sangat membantu dalam perencanaan kapasitas dalam usaha. Penggunaan mesin sebagai pengganti alat manual akan memberikan informasi kapasitas produksi per satuan waktu. Disamping itu, mesin dapat membuat proses produksi menjadi lebih cepat dengan kualitas yang seragam. Hanya saja, untuk produk-produk tertentu memang hand made lebih tinggi harganya dibandingkan dengan meisn. Contoh: batik, yang dikerjakan secara manual membutuhkan proses yang cukup lama dan hasilnya tidak seragam. Namun demikian, batik tulis memiliki nilai seni yang tinggi dan harga yang tinggi pula.

Penggunaan teknologi batik printing menjadikan produksi batik dalam waktu yang singkat dalam jumlah yang banyak, hasilnya seragam dan rapi.

4. Penentuan Lokasi Fasilitas

Keputusan operasi juga berkenaan dengan penentuan lokasi fasilitas operasi serta manajemen logistik dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

a. Kedekatan dengan pasar (konsumen).
b. Ketersediaan sumber daya.
c. Biaya fasilitas.
d. lingkungan.
e. Peraturan (perundang-undangan) pemerintah.
f. Ketersediaan transportasi.
g. Ketersediaan sarana dan prasarana komunikasi.
h. Iklim
i. Ketersediaan listrik, air, dan sebagainya.

Saat ini penentuan titik lokasi usaha dapat dideteksi dengan cepat secara (titik) koordinat menggunakan GPS. Teknologi yang menggunakan satelit, GPS bahkan bisa membantu memantau lokasi dan lingkungannya sebagai alternatif penentuan lokasi usaha. Misalnya: mendirikan usaha retail, maka salah satu faktor pemilihan lokasi adalah melihat kepadatan penduduk di sekitar lokasi yang bisa dideteksi menggunakan GPS.

Bisnis lain yang sangat marak di sekitar tahun 2016 dan tahun sebelumnya adalah taxi maupun ojek yang menggunakan aplikasi android dengan memanfaatkan teknologi GPS tersebut. GPS dapat menangkap lokasi calon penumpang, sehingga taxi maupun ojek bisa mendatangi mereka dengan mudah dan tepat di lokasi yang ditentukan.

5. Lay Out Fasilitas

Lay out merupakan pengaturan tata letak fasilitas operasi dalam perusahan agar proses operasi berjalan dengan lancar. Lay out ini dibutuhkan baik pada perusahaan manufaktur maupun jasa. Penyusunan lay out meliputi penataan mesin, tempat penyimpanan bahan, tempat penyimpanan produk jadi, ventilasi, penataan material handling, penataan ruang perkantoran, dan sebagainya.

Teknologi untuk mendesain saat ini telah berkembang dengan pesat. Contoh: penataan lay out retail, penggunaan software “store lay out software” memungkinkan pengguna untuk menata lay out toko yang meliputi: planogram (penataan isi rak toko), ruang floor (promo produk), selving untuk mendisplay produk (rak), dan sebagainya. Selain itu sotre lay out software juga bisa digunakan untuk melay out restoran, rumah, kantor dan sebagainya.

6. Manajemen Rantai Pasokan

Perusahaan perlu memaneje aktifitas aliran bahan dan jasa, transformasi menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi sampai penyerahan kepada pelanggan melalui saluran distribusi termasuk aliran informasi. Perusahaan juga perlu memutuskan apakah komponen produknya dibeli atau diproduksi sendiri.

Rantai pasokan sangat membutuhkan teknologi agar mempermudah operasi bisnis. Teknologi barcoding sangat bermanfaat untuk mengetahui informasi barang mulai dari saat kedatangan barang di gudang, pengambilan barang dari gudang menuju tempat produksi, hingga produk akhir yang akan diserahkan kepada konsumen. Sistem barcoding menggunakan bantuan software yang saat ini cukup banyak ragamnya.

7. Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan yang cukup merupakan hal yang perlu diputuskan oleh perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak akan menyebabkan pemborosan biaya dan sebaliknya, jika perusahaan kurang akan menyebabkan permintaan pelanggan tidak terpenuhui dengan baik. Beberapa metode penentuan jumlah persediaan dapat digunakan untuk memanaje persediaan ini.

Teknologi yang dapat mempermudah mengelola persediaan saat berkembang dengan pesat. Software POS (Point of Sale) merupakan salah satu contoh software yang bisa digunakan unutk mengelola persediaan tersebut. Fungsi Software Point Of Sale tersebut antara lain:

a. Mendata setiap transaksi secara lengkap dan detail sehingga dapat menjumlahkan hasil penjualan pada saat itu ataupun dapat dipilih dalam periode tertentu. Informasi data ini diperoleh dari transaksi yang dilakukan oleh kasir menggunaakan komputer dengan memasukkan barcode barang tersebut.

b. Persediaan barang di toko maupun di gudang dapat terdeteksi melalui data komputer. Penjualan mengurangi persediaan dan pembelian barang menambah persediaan. Data persediaan di komputer ini dapat digunakan untuk mendeteksi jumlah persediaan secara fisik di area, sehingga pengelola dapat mengetahui jumlah persediaan yang hilang dan sebagainya. Ini dapat digunakan sebagai kontrol persediaan bagi perusahaan.

c. Buffer stock juga dapat dideteksi dengan mudah lewat data di komputer, sehingga membantu perusahaan menentukan waktu, jumlah barang dan jenis barang yang harus dibeli oleh perusahaan.

d. Program Point Of Sale juga memberikan informasi omset penjualan usaha dan laba usaha secara online dan real-time



Referensi:
(http://www. Conceptdraw.com/how-to-guide/store-layouts

Image: http://pexels.com/

Artikel Terbaru: