4 Tahapan Proses Kreatif menurut Wallas (Solso, 1991)


4 Tahapan Proses Kreatif menurut Wallas (Solso, 1991)
image: Pexels.com

Kecerdasan kreatif berlangsung mengikuti tahapan atau proses dalam kehidupan. Tidak mudah mengidentifikasi secara persis pada tahap manakah suatu proses kreatif itu sedang berlangsung, yang dapat diamati adalah gejala berupa perilaku yang ditampilkan oleh individu. Wallas (Solso, 1991) mengemukakan empat tahapan proses kreatif yaitu:

1. Persiapan (Preparation). Pada tahap ini, individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Individu mencoba memikirkan berbagai alternatif pemecahan masalah terhadap masalah yang dihadapi. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, individu berusaha menjajaki berbagai kemungkinan jalan yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah. Namun pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun sudah mampu mengeksplorasi berbagai alternatif pemecahan masalah. Pada tahap ini masih amat diperlukan perkembangan kemampuan divergen.

2. Inkubasi (Incubation). Pada tahap ini, proses pemecahan masalah “dierami”, dalam alam pra sadar. Individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang dihadapinya, dalam pengertian tidak memikirkannya secara sadar melainkan mengedepankannya dalam alam prasadar. Proses inkubsi ini dapat berlangsung lama (berhari-hari atua bahkan bertahun-tahun) dan juga bisa sebentar (beberapa jam saja) kemudian timbul inspirasi atau gagasan untuk pemecahan masalah.

3. Iluminasi (Ilmunation). Tahap ini sering disebut sebagai tahap timbulnya insight. Pada tahap ini sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baru serta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan-gagasan baru. Ini timbul setelah diendapkan dalam waktu yang lama atau bisa juga sebentar pada tahap inkubasi.

4. Verifikasi (verification). Pada tahap ini, gagasan yang telah timbul dievakuasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya kepada realitas. Pada tahap ini pemikiran divergen harus diikuti dengan pemikiran konvergen. Pemikiran dan sikap spontan harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. Penerimaan secara total harus diikuti oleh kritik. Filsafat harus diikuti oleh pemikiran logis. Keberanian harus diikuti oleh sikap hati-hati. Imajinasi harus diikuti oleh pengujian terhadap realitas.

Jadi, pada tahap preparation, incubation, dan ilumination adalah proses berpikir divergen yang menonjol, maka dalam tahap verification yang lebih menonojol adalah proses berpikir konvergen.

Artikel Terbaru: