Pharos of Alexandria Sebagai Salah Satu Keajaiban Dunia Kuno


Pharos of Alexandria Sebagai Salah Satu Keajaiban Dunia Kuno
Pharos of Alexandria

Pharos of Alexandria atau The Lighthouse of Alexandria (Indonesian: Pharos Alexandria atau Mercusuar Iskandariyah) adalah mercusuar yang dibangun oleh kerajaan Ptolemaic antara 280 dan 247 SM. Bangunan ini memiliki tinggi 120 sampai 137 m atau 393 sampai 450 kaki. Dalam ceritanya, bangunan ini adalah bangunan tertinggi di dunia selama beratus-ratus tahun dan merupakan keajaiban terakhir (kecuali Piramida Giza) yang roboh diantara tujuh keajaiban dunia kuno lainnya.
Antipater dari sidon manambahkan Pharos of Alexandria sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno (sebelum masehi)
Pharos Alexandria dibangun untuk kemudahan perdagangan dan pelayaran di pantai. Pasalnya kawasan pesisir pantai memiliki tanah yang tidak rata dan kurang sesuai untuk dijadikan sebagai pelabuhan. Oleh karena itu sebuah mercusuar yang dilengkapi dengan api dan cermin pantul ini dibangun.

Mercusuar yang dibangun pada abad ke3 SM ini dirancang oleh Sostratus dari Snidus. Selepas Alexander Agung meninggal dunia karena demam pada usia 32 tahun, Ptolemy pertama (Ptolemy I Soter) mengumumkan dirinya sebagai raja di 305 SM dan menugaskan konstruksi segera dilanjutkan. Bangunan ini selesai pada masa pemerintahan anaknya, Ptolemy kedua (Ptolemy II Philadelphus). Dalam pembangunan Mercusuar dibutuhkan dua belas tahun untuk menyelesaikannya dengan total biaya 800 bakat.
Bacaan terkait 7 keajaiban dunia kuno:
Nama Keterangan
Piramida di Mesir makam raja-raja Mesir kuno
Taman Gantung di Babylonia hadiah raja Nebukadnezar II untuk istrinya, Amytis
Patung Zeus di Olympia Terbuat dari emas dan memiliki tinggi 30 meter
Kuil Artemis kuil terbesar di Yunani yang pernah dibangun
Mausoleum di Halicarnassus kuburan untuk mengenang Raja Maulosus dan ratu Artemisia II dari Caria
Colossus dari Rhodes patung perunggu dewa Matahari 'Helios' atas kemenangan Rhodes
Pharos of Alexandria patung setinggi 130 meter dari Alexandria

Latest Articles Published:

Apa Pendapat Anda?