Wajib Wisuda Tepat Waktu! Inilah Cara Cepat Lulus Kuliah


Kita tahu bahwa belajar di sekolah atau perguruan tinggi memang bukanlah hal yang ringan untuk diikuti. Sebab ada tanggung jawab dan beban yang harus ditanggung dan dilaksanakan. Maka dari itu, memang perlu sekira kesadaran akan pentingnya belajar. Selain itu, sebagai seorang mahasiswa, harus berani untuk mencurahkan pikiran, perhatian, dan keuletan selama bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil yang baik dalam proses belajar yang diikuti.

Sebagian dari mereka mungkin ada yang telah giat mengikuti studi tersebut, namun tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sebab, bekerja keras saja belum tentu dapat menjamin seseorang memperoleh keberhasilan dalam proses belajar tersebut. Maka dari itu, diperlukan juga teknik belajar dan strategi belajar yang baik. Tanpa teknik belajar, seorang pelajar dan mahasiswa akan kesulitan untuk mendapatkan keberhasilan. Jadi, Sebagai pelajar dan mahasiswa, usaha belajar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak boleh bermalas-malasan, melainkan harus rajin dan tekun terus-menerus.
Agar kuliahmu lebih cepat selesai, berikut tips-tips sederhana yang perlu kamu perhatikan:
Cara Cepat Selesai Kuliah

1. Awal Menentukan Hasil Akhir.

Planning yang buruk, akan melahirkan hasil akhir yang tidak baik. Maka dari itu, awalilah kuliah sahabat dengan merumuskan perencanaan yang baik.
Misalnya, tempat kuliah yang benar-benar diinginkan, jurusan yang sebenarnya diinginkan, kampus yang diharapkan, dan sebagainya.
Jangan menyesal dikemudian hari...

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Jurusan Kuliah? 8 Pertimbangan Ini akan Membantumu

2. Kuliah Itu Seperti Lomba Lari Jarak Jauh

Kuliah itu tidak seperti lomba lari jarak dekat. kalau itungan bulan itu bentar. tapi,..
3 sampai 4 tahun itu lama loh ya...
Kebanyakan dari mereka, awalnya begitu semangat untuk berlari, mengeluarkan banyak tenaga agar cepat sampai pada tujuan. Namun ditengah perjalanan malah ngosngosan, kehabisan tenaga dan kehilangan semangat. Akhirnya tertinggal juga dari yang lain.
Begitulah kiranya, ketika sahabat menjadi anak kuliahan. Kebanyakan dari mereka, awalnya kaya semangat banget berangkat kuliah, mengerjakan tugas dengan cepat. Lalu membuat orang begitu terkagum-kagum dengan rajinnya dia.
Bayangin, jadwal kuliah jam 10, tapi jam 8 udah nongol dikampus, takut telat katanya.
Tapi, pas udah lanjut beberapa semester, eh.. Malah ga nongol-nongol lagi dikampus..
Apaan tuh?......
Tidak harus seperti itu juga, santai saja. Tidak usah terlalu lebai dan berlebihan. Sebab terlalu berlebihan dan terlalu rajin, buat kita cepat bosan. Kalau udah bosan kuliah, bahaya kan?.

3. Jadilah Mahasiswa/i yang Baik, Terutama Dalam Belajar

Dalam masalah cara belajar, bisa dikatakan setiap mahasiswa memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Namun, Umumnya ada tiga hal pokok yang menjadi permasalahan utama seorang mahasiswa, yaitu keadaan keuangan, kesehatan jasmani dan rohani, dan cara belajar.

Jika dibahas secara keseluruhan, dapat disimpulkan, masalah yang sering muncul adalah sebagai berikut: Kesukaran dalam mengatur waktu belajar, ketidaktahuan mengenai sumber referensi dan buku, kebiasaan membaca, kuliah bahasa asing, cara dan sistem mengajar dosen, peraturan yang ada dilingkungan sekitar kampus maupun tempat tinggal, kurangnya kesadaran terhadap minat, kurangnya minat terhadap membaca buku pelajaran, kurangnya cara berpikir kritis dan teliti, belajar menggunakan teknik menghapal, dan Sekolah dan kuliah untuk mendapatkan ijazah dan nilai tertulis.

Dari semua masalah tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa cara belajar merupakan salah satu masalah pokok yang harus diatasi dengan sebaik-baiknya. Dengan tujuan, agar tidak merintangi mahasiswa dalam studinya.

Pada dasarnya, dalam proses pencapaian teknik belajar yang baik, seorang pelajar atau mahasiswa hendaknya memiliki sikap rohani dan kesediaan mental. Tanpanya, tekni belajar yang baik sulit untuk diterapkan dalam kegiatan belajar di perguruan tinggi. Ada beberapa hal yang perlu diusahakan mahasiswa dalam masalah kesediaan mental tersebut, yaitu:

1. Tujuan Belajar

Belajar hendaknya harus terarah, artinya ada tujuan yang akan diusahakan untuk dicapai melalui belajar. Sebab belajar tidak hanya untuk mendapatkan nilai tertulis atau ijazah saja, namun ini diperlukan juga nanti ketika memasuki dunia kerja atau dilingkungan masyarakat banyak. Selain itu, antara tujuan belajar di perguruan tinggi, memiliki keterkaitan dengan tujuan hidup secara keseluruhan. Dengan kata lain, berhubungan juga dengan cita-cita (untuk menjadi Apa dan siapa?).

Dalam buku pedoman belajar, Ir. Arijo, mengatakan bahwa belajar, berarti memperkuat kedudukan ekonomi di kemudian hari, menciptakan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat, dan menimbulkan kepuasan bagi diri sendiri karena bertambahnya ilmu.

Sebagian dari mahasiswa memilih minat atau jurusan perkuliahan tertentu, karena anggapan bahwa itulah yang paling mudah dari pilihan yang lain. Padahal setiap jurusan dan minat memiliki tingkat kesulitan yang berbeda masing-masingnya.

Selain yang diatas, masalah lain yang sering muncul adalah tujuan yang berubah atau bercabang. Artinya, ketika telah mulai menjalankan pilihan yang telah ditetapkan, karena beberapa alasan akhirnya berhenti, lalu merubah tujuan awalnya. Tidak ada kesungguhan dalam mengikuti proses yang harus diikuti untuk mendapatkan keberhasilan pada tujuan. Hal ini, berawal dari merumuskan dan menetapkan tujuan yang tidak jelas dan tidak dengan sungguh-sungguh. Akhirnya sampai kapanpun tidak ada kerbehasilan yang tercapai dari semua tujuan yang pernah dibuat.

2. Percaya Diri

Sebelum menetapkan pilihan, sebagai mahasiswa terlebih dahulu harus memiliki keyakinan bahwa ia mampu untuk mengikuti studi pada pilihan yang akan dipilih. Mereka juga harus yakin, bahwa mereka pasti dapat mengikuti proses belajar dengan sebaik-baiknya.

Dalam hal ini, masalah yang sering timbul adalah ketika mengikuti ujian. Minimnya pengatahuan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, membuat kepercayaan diri semakin menurun. Masalah lainnya adalah anggapan bahwa “itu adalah sulit”. Akhirnya pertanyaan yang mudah pun tidak mampu dijawab, karena pikiran yang kacau, hati yang gentar dan kepercayaan pada sendiri yang kurang.

Oleh sebab itu, sebelum mengikuti ujian apapun itu, diperlukan persiapan, yaitu dengan belajar. Dengan persiapan ini, akan mampu meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri. Dengan kepercayaan diri tersebut, maka ujian apapun akan dapat dilalui dengan lebih mudah.

3. Keuletan Dalam Belajar

Banyak orang yang mengikut suatu proses untuk mencapai suatu tujuan, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang mampu mengikuti proses tersebut hingga akhir. Begitu juga dengan mahasiswa, setiap tahun akan ada banyak mahasiswa baru yang masuk ke perguruan tinggi, namun hanya sebagian yang dapat menyelesaikannya hingga akhir. Sebagian lagi lebih memilih untuk berhenti dan keluar karena masalah-masalah yang dihadapi. Padahal masalah tersebut adalah bagian dari proses itu sendiri.

Tanpa masalah, proses yang dilakukan tidak akan mampu mengantarkan seseorang untuk menjadi lebih baik lagi. Sebab masalah adalah ujian untuk meningkatkan kualitas diri seseorang. Ketika mereka mampu melewati ujian tersebut, itu menkamukan bahwa mereka adalah orang yang berkualitas.

Maka dari itu, apapun masalah yang dihadapi ketika mengikuti proses belajar diperguruan tinggi, hadapilah tanpa ada kata menyerah. Setiap kali terjatuh, setiap kali itu pula bangkit. Walau ujian yang dihadapi terasa sulit untuk dijalani, jangan mudah putus asa. Sebab selalu ada cara untuk menyelesaikannya. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan selama mereka selalu berusaha dan berdo’a.

4. Perguruan Tinggi

Secara umum, perguruan tinggi dapat diartikan sebagai lembaga pendidikan tertinggi yang akan mendidik calon sarjana-sarjana baru dalam bidang tertentu (khusus). Tujuan perguruan tinggi tersebut adalah membentuk lulusan baru yang berkualitas dan siap terjun ke dunia kerja dan siap bersaing dalam masyarakat luas.
Lalu lulusan seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat? Ini sedikit ulasan ringkasnya:
1. memiliki pengetahuan dan kecakapan profesional.
Memiliki keahlian khusus pada bidang tertentu.
2. Memiliki ilmu pengetahuan yang berguna bagi masyarakat.
Artinya, ilmu yang mereka miliki, sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
3. Kepribadian yang baik.
Artinya, mereka memiliki sifat-sifat yang sesuai degan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
4. memiliki kecakapan untuk memimpin.
Artinya, mereka mampu untuk menjalankan kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
5. Berjiwa aktif, berinisiatif, dan kreatif.
Hendaknya, seorang lulusan yang baik, selalu memperhatikan berbagai permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat. Lalu menghubungkan masalah tersebut dengan ilmu yang mereka miliki. Tentu saja mereka harus memiliki pengetahuan yang luas untuk itu. Sehingga nanti mereka tidak hanya mampu memberikan komentar dan kritikan saja, tapi juga dengan solusi yang baik.

5. Sopan Santun Mengikuti Kuliah

Selama mengikuti perkuliahan, hendaklah seorang mahasiswa mampu melakukan beberapa hal berikut:
1. Berpakaian yang pantas dan hormat.
Mahasiswa adalah pelajar yang sudah dewasa harus dapat membedakan antara yang baik dan tidak baik, sopan dan tidak sopan. Mahasiswa bukanlah orang yang berpakaian seenaknya dan menuntuk kebebasan yang tidak wajar. Mahasiswa bukanlah orang seni yang berambut aneh. Namun mahasiswa adalah para pemuda pelopor pembangun bangsa, sopan dan hormat.
2. Selalu berusaha datang lebih awal.
Sebelum mengikuti perkuliahan, hendaklah seorang mahasiswa datang lebih awal dari waktu yang ditentukan.
3. Berusaha mengikut setiap perkuliahan secara Tertib dan teratur.
4. Kosentrasi pada pelajaran yang diikuti atau ketika dosen memberikan pelajaran.
5. menjawab dan bertanya dengan baik.
6. Berusaha memiliki catatan. Catatan tersebut hendaknya ditulis dengan teratur dan rapi.
7. Jangan berusaha untuk pulang lebih awal ketika proses belajar mengajar masih berjalan.
8. jangan membiasakan melakukan hal-hal yang tidak baik dilingkungan kampus. Misalnya, merokok.
9. jangan mengenakan topi ketika di kelas.
10. jagalah interaksi yang positif dengan mahasiswa lain dan juga dosen.

6. Membuat Catatan Kuliah Yang Baik

Berikut poin-poin yang bisa kamu lakukan untuk membuat catatan kuliah yang baik tersebut:
1. setiap mahasiswa hendaknya rajin mengikuti setiap ada perkuliahan. Baik wajib atau tidak.
2. mencatat berarti mendengarkan penjelasan dosen, menangkap penjelasan dosen, mengolah dengan pikiran sendiri dan kemudian dituliskan dengan bahasa sendiri dalam catata.
3. pilihlah tempat duduk yang memudahkan untuk melihat, mendengar, dan menulis dengan sempurna.
4. kalau dalam mendengarkan membuat kamu mengantuk ketika di kelas, selidi apa penyebabnya. Misalnya, kurang tidur. Dengan demikian, mulailah untuk tidur dengan teratur.
5. dalam menulis, jangan mencatat setiap kata yang dikeluarkan dosen kamu. Namun inti dari setiap paragraf yang disampaikan dosen kamu. Dengan menggunakan bahasa kamu sendiri.
6. mengikuti kuliah berartikan melatih mata, telinga, tangan dan otak untuk bekerja bersama.
7. dalam mengikuti kuliah dengan mencatat dapat bekerjsa sama dengan kawan lainnya yang bersifat saling mengisi dan saling melengkapi hasil kuliah.
8. apabila ada bagian penjelasan yang terlewatkan, kosongkan dulu beberapa garis, kemudian ikutilah keterangan-keterangan berikutnya.
9. jangan mengkamulkan meminjam catatan orang lain karena hal itu mendidik kamu menjadi malas.
10. jangan mengabungkan beberapa atau keseluruhan mata kuliah kamu dalam satu buku.
Dalam buku “The Tech Nique of Study”, prof. Claude. C. Crawford mengatakan bahwa cara membuat catatan kuliah yang baik antara lain sebagai berikut:
1. Sediakanlah kertas lembaran (kertas terpisah) bergaris, berilah lubang pada sisinya, untuk disimpan dalam ordner.
2. Catatlah pokok-pokok persoalan yang penting saja dalam menerima penjelasan kuliah.
3. Baca kembali catatan kuliah pada hari itu juga. Lebih baik lagi jika diadakan perbaikan-perbaikan bila terdapat kesalahan.
4. Tiap-tiap kertas agar dihimpun dalam satu tempat hasil kuliah per periode tertentu.
5. Tiap-tiap kertas lembaran, agar disusun kembali (bila telah berjumlah banyak) menurut pokok-pokok persoalan tertentu, kemudian diberi nomor halaman. Hubungkan dengan buku pelajaran, baik buku wajib, buku anjuran atau buku tambahan (sebagai pembanding).
6. Tiap-tiap persoalan agar diberi batas kertas berwarna. Lalu, pada tiap akhir persoalan agar disediakan dua lembar kertas kosong.
7. Bundel kertas hasil catata tersebut , berilah tkamu-tkamu ( ordnerstrip) untuk memudahkan manghapal kembali. Dengan catatan ini kamu sudah siap menghadapi test.
8. Apabila lembar-lembar catatan kuliah sudah cukup banyak, agar diberi daftar isi dan daftar indeks, kemudian disimpan di depan tiap mata kuliah yang bersangkutan.
9. Catatan sangat membantu untuk menggunakan pengetahuan secara berulang.
10. Tiap-tiap akan mengikuti kuliah, agar membaca catatan tersebut terlebih dahulu.

4. Perlahan-Lahan Dan Nikmati

Sebaiknya tidak usah terlalu serius banget buat kuliah, namun juga jangan terlalu malas juga. Jalani masa kuliah dengan perlahan-lahan namun pasti, dan nikmati apa yang ada. Dengan begitu sahabat tidak akan pernah merasa bosan dan malas.

5. Sering Bergaul Dengan Teman Satu Kelas Dan Satu Jurusan

Sebaiknya jangan terlalu sering bergaul dengan orang yang bukan anak kuliahan, teman yang tidak satu kampus, dan teman yang tidak sejurusan.
Seringkali, berteman dengan mereka membuat sahabat menjadi malas ngampus. dan..
berusaha mencari alasan untuk tidak ke kampus.
ya.. gitu lah..
Alasannya bisa bermacam, ga ada teman buat ke kampus, tidak ada yang bisa di ajak bareng ke kampus, dan so on.
Alasan yang lebih populer, "lagi asik nih obrolannya".
Akhirnya, Sering bolos dan jarang ke kampus.

6. Belajar Bergaul Dengan Dosen

Entah bagaimana menjelaskannya. Namun, bergaul dengan dosen dapat membuat sahabat menjadi lebih rajin ke kampus.

Fakta yang terjadi di dunia perkuliahan, mahasiswa yang bergaul dengan dosen dapat membantu suksesnya kuliah mereka. silahkan di lihat...

Maka dari itu mulailah belajar untuk lebih mampu mengenal dosen. Buatlah diri untuk lebih dekat lagi dengan dosen. "akrab dengan dosen = A".

7. Cari Teman Yang Dapat Memotivasi

Sepertinya, ketika kuliah, memilih-milih teman itu juga perlu dilakukan. Sebab, mahasiswa sangat rentan terpengaruh oleh teman-temannya.
Selain itu, sebaiknya tidak usah terlalu banyak teman. Sebab itu akan mengganggu dan merepotkan nantinya.

8. Hindari Begadang

Orang yang suka begadang pasti akan kesulitan untuk mengatur aktivitasnya agar lebih teratur. Akibatnya jadwal kegiatan sehari-hari yang menjadi tidak terlaksana dengan baik.
Kebanyakan mahasiswa, kuliahnya berantakan akibat susah bangun pagi.
Lihat aja mereka yang telat atau ga datang ke kampus, kebanyakan, alasannya pasti "telat bangun", "ketiduran".
Maka dari itu, mulai dari sekarang belajarlah untuk tidak begadang lagi.

9. Terakhir, Pacaran Jarak Dekat Atau Jarak Jauh

Ini tidak dapat di pungkiri lagi, entahlah. Tapi, sepertinya pacaran sudah menjadi kebutuhan fisiologis bagi mahasiwa.
Bisa dihitung jumlah Mahasiswa yang tidak beginian,
ya kira-kira cuma 1 dari 20 mahasiswa.
itu pun kadang-kadang bukan karena tidak mau, namun (...)
ga percaya, survei di kampus
Jikalau memang seperti itu, pilihlah yang menurut sahabat yang lebih memberi motivasi. manakah yang baik dan menunjang suksesnya kuliah atau setidaknya tidak mengganggu kuliah.

Artikel Terbaru:

Apa Pendapat Anda?