Dampak Memendam Amarah Bagi Kesehatan Tubuh Dan Rohani


Memendam Amarah Tidak Baik Bagi Kesehatan
Sebuah riset  membuktikan dari sebuah percobaan tentang  pria yang tak meletupkan(melepaskan) amarahnya, yang ternyata bakal 2 kali lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan dengan pria yang meletupkan amarahnya. Studi penelitian tersebut didasarkan atas percobaan yang melibatkan ribuan pekerja pria di suatu Negara adidaya.

Itu adalah sebuah peringatan keras bagi laki-laki yang suka memendam amarahnya. silahkan disimak.

Para pekerja yang dipilih untuk diwawancari tersebut ditanya tentang, bagaimana menangani konflik saat bekerja?, baik itu dari atasan, maupun dengan rekan.
Menurut penelitinya, terdapat hubungan yang erat antara pemendaman amarah dengan penyakit jantung.
Para peneliti tersebut juga menanyakan tentang metode tentang bagaimana pekerja tersebut penyelesaian krisis yang terjadi di tempat kerja mereka?, termasuk bagaimana para pekerja itu menghindari konflik?. Hal lain yang juga ditanyakan para peneliti itu adalah tentang gejala penyakit, misalnya nyeri kepala dan lain-lain, ketika pekerja itu sudah dirumah.
Para pekerja tersebut juga ditanya tentang  gaya hidup mereka, misalnya seperti merokok, minuman, aktivitas sehari-hari, aktifitas fisik dlln.
Disamping itu pekerja tersebut juga dicek  tekanan darah  mereka dan kadar kolesterol merekapun juga diukur.
Ketika riset tersebut berakhir, ternyata sebanyak 47 pria mengalami serangan jantung atau meninggal karena penyakit jantung.
Lalu, siapakah pria yang 47 itu?, menurut peneliti tersebut, mereka ternyata pria yang suka menyembunyikan amarahnya  ketika datang masalah, alias tak berkata sedikitpun ketika masalah sedang melanda mereka. Resiko mereka terkena serangan jantung ternyata lebih besar 2 kali lipat dari pekerja yanglebih suka meluapkan amarahnya ketika sedang dilanda masalah.
Peneliti percaya bahwa kemarahan memproduksi tekanan fisiologis. Jika tak segera dikeluarkan, justru memicu meningkatnya tekanan darah yang kerap merusak system kardiovaskular.

Seorang peneliti dibidang ini juga mengemukakan, bahwa stress bukanlah factor utama penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun justru hal ini lebih dipengaruhi dan disebabkan karena  orang yang stress tersebut sering meresponsnya  dengan merokok atau makan berlebihan,yang ternyata  justru meningkatkan resiko peyakit jantung tersebut.

Post Title
Dampak Memendam Amarah Bagi Kesehatan Tubuh Dan Rohani
Published by
matabaraja.com
Thank you for Visiting

Latest Articles Published:

Apa Pendapat Anda?