6 Prinsip Mengajar Menurut Mandigers




Mengajar menurut pengertian modern berarti aktivitas pengajar (guru, dosen) dalam mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada murid-murid (anak didik) sehingga terjadi proses belajar (Nasution 1935). Keberhasilan dalam mengajar tersebut tentu saja harus diukur dari bagaimana partisipasi anak dalam proses belajar mengajar dan seberapa jauh hasil yang telah dicapainya. Dalam menjawab permasalahan tersebut, ahli-ahli dalam bidang ini mengarahkan perhatiannya pada tingkah lagu pengajar sebagai organisator proses belajar mengajar. Maka dari itu timbulah prinsip-prinsip mengajar atau disebut juga dengan azas-azas mengajar.

Prinsip atau azas-azas mengajar ini merupakan kaidah atau rambu-rambu bagi pengajar agar lebih berhasil dalam mengajar. Sebab adanya prinsip-prinsip ini adalah demi keberhasilan pengajar dalam proses belajar mengajar itu sendiri. Sehingga hasil yang diinginkan menjadi maksimal dan tercapai. Menurut 'Mandigers' ada 6 prinsip dalam mengajar, yaitu prinsip aktivitas mental, prinsip menarik perhatian, prinsip penyesuaian perkembangan siswa, prinsip appersepsi, prinsip peragaan, dan prinsip aktivitas motoris. Berikut penjelasannya.

1. Azas aktivitas mental

Belajar adalah aktivitas mental. Oleh karena itu pengajar hendaknya dapat menimbulkan aktivitas mental, tidak hanya mendengar, mencamkan, dan sebagainya tetapi lebih menyeluruh pada aspek kognitif, efektif maupun psikomotoriknya.

2. Prinsip Menarik Perhatian

Bila dalam belajar mengajar, murid-murid memiliki perhatian penuh kepada bahan pelajaran, maka hasil belajar akan meningkat. Sebab dengan penuh perhatian, ada konsentrasi yang pada gilirannya hasil belajar akan lebih berhasil dan tidak mudah dilupakan.

3. Prinsip Penyesuaian Perkembangan Murid

Anak didik akan lebih tertarik perhatiannya, bila bahan pelajaran yang diterima disesuaikan dengan perkembangan masa saat ini.

4. Prinsip Appersepsi

Prinsip ini memberikan petunjuk kepada pengajar, bahwa dalam mengajar hendaknya selalu mengaitkan bahan pelajaran dengan hal-hal yang sudah diketahui sebelumnya. Dengan cara ini, anak didik akan menjadi lebih tertarik. Sehingga bahan pelajaran mudah diserap.

5. Prinsip Peragaan

Prinsip peragaan memberikan pedoman bahwa dalam mengajar hendaknya menggunakan alat peraga. Dengan alat peraga, proses belajar mengajar tidak hanya dengan kata-kata atau verbalistis. Pelaksanaan prinsip ini dapat dilakukan dengan menggunakan bermacam alat peraga atau media pengajaran. Kalau pengajaran tersebut dilaksanakan dengan menggunakan alat peraga, hasil belajar anak lebih jelas dan pelajaran tersebut tidak mudah dilupakan.

6. Prinsip Motivasi

Motivasi ialah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Makin kuat motivasi yang dimiliki oleh pelajar/ mahasiswa tersebut, maka makin optimal pula dalam melakukan aktivitas belajar. Dengan kata lain, kekuatan belajar sangat ditentukan oleh motivasinya.

Artikel Terbaru: